BERBAGI
Medsoslampung.co – Bupati Lampung Barat Hi. Parosil Mabsus melaunching peraturan bupati (perbup) Nomor 30 Tahun 2019 di Aula Kagungan, Rabu (22/5). Launching perbup  tentang rencana aksi daerah penanggulangan Tuberkulosis (TBC) tahun 2019-2020 menuju Lampung Barat eliminasi TBC tahun 2025 itu ditandai dengan penandatanganan komitmen bersama.
Acara dihadiri Wakil Bupati Lampung Barat Drs. H. Mad Hasnurin, Dandim 0422 Lambar Letkol kav Adri Nurcahyo, Sekretaris Daerah Lambar Akmal Abd Nasir,SH, Kepala Kemenag, Assisten dan Staff ahli serta kepala OPD. Juga narasumber dari Dinas Kesehatan Provinsi Lampung Ismen Mukhtar, SKM., M.Epid.
Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan agar mengintegrasikan dan menyelaraskan penanggulangan dan pengendalian TBC dengan Rencana Aksi Daerah (RAD) di Kabupaten Lampung Barat yang dilaksanakan oleh lintas sektor dan semua pemangku kepentingan. Baik pemerintah, masyarakat maupun swasta melalui pembagian peran dan tanggung jawab yang sesuai dengan tugas pokok dan fungsi masing-masing.
Kemudian, RAD menjadi acuan bagi para pemangku kepentingan dalam merencanakan, menganggarkan, melaksanakan, memantau dan mengevaluasi kegiatan pencegahan, dan pengendalian TBC.
Terakhir, gerakan Temukan Obati Sampai Sembuh (TOSS) TBC sangat dibutuhkan dan perlu dipahami dan dilakukan oleh seluruh lapisan masyarakat untuk memutus mata rantai penularan penyakit TBC. Kegiatan TOSS TBC ini  berfokus pada pencegahan dan pengendalian TBC melalui upaya penemuan kasus dan pengobatan, dimana penderita tbc harus diobati sebaik-baiknya, sampai sembuh agar tidak menjadi sumber penularan penyakit TBC.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Lambar Paijo,S. Km.,M. Kes., menyampaikan bahwa tujuan RAD guna menyosialisasikan Lambar memiliki perbup tentang rencana aksi daerah penanggulangan TBC, temukan obati sampai sembuh, kepada camat dan kepala puskesamas membentuk  tim teknis operasional, untuk mendapatkan dukungan seluruh lintas sektor terkait dan untuk mendapatkan arahan dukungan dari bupati.
Sedangkan Ismen Mukhtar menyatakan, strategi nasional program penanggulangan TB dengan penguatan kepemimpinan, kemitraan, pengendalian faktor resiko harus dihilangkan melalui pengawasan minum obat secara langsung sampai sembuh.
“Di Indonesia, Lampung tahun lalu nomor 2 paling rendah penderita TBC  di Indonesia,” ujarnya. (smp/hel)
BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here