BERBAGI

Medsoslampung.co – Gelombang dukungan Provinsi Lampung sebagai lokasi ibukota baru, akhirnya mendapat respons positif pemerintah pusat.

Dukungan terakhir disampaikan Gubernur Lampung Arinal Djunaidi kepada Presiden RI Joko Widodo, beberapa saat usai pelantikan di Istana Negara Jakarta pada Rabu (12/6) lalu.

Dan Badan Perencanaan Nasional (Bappenas) memasukkan Provinsi Lampung sebagai salah satu dari empat calon lokasi pusat pemerintahan baru Indonesia.

Selain Lampung, tiga daerah lain yang menjadi kandidat Ibu Kota negara itu yakni Kalimantan Tengah (Kalteng), Kalimantan Timur (Kaltim), dan Sulawesi Selatan (Sulsel).

Dari keempat calon Ibu Kota Indonesia itu, Provinsi Lampung menjadi satu-satunya yang mewakili Pulau Sumatera yang memenuhi syarat menjadi “Jakarta baru.”

Dari sembilan kriteria yang dilansir Bappenas, Lampung dinilai paling siap menjadi ibukota RI, yakni aman dari cicin api, ada akses pelabuhan, ketersediaan air bersih, pembiayaan infrastruktur rendah.

Selain itu juga dominasi lahan milik pemerintah, dekat dengan ibukota yang sudah berkembang, budayanya terbuka terhadap pendatang, serta memiliki parameter pertahanan dan keamanan (Hankam).

Terkait Hankam ini sejalan dengan usulan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko yang mengatakan Indonesia perlu mengintegrasikan kekuatan tiga angkatan di ibu kota baru.

Usulan itu diungkapkannya saat berbicara dalam dialog nasional ke-2 tentang pemindahan ibu kota di Kantor Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas), Jakarta, Rabu (26/6).

“Jika hal itu bisa direalisasikan maka negara-negara lain akan segan melihat ibu kota baru Indonesia dilengkapi tiga pangkalan sekaligus dalam satu kawasan,” kata Moeldoko.

Bahkan, kelebihan Lampung lainnya, semua elemen dan tokoh masyarakat yang ada di Lampung maupun Jakarta, semuanya menyatakan dukungan konkritnya melalui tanda tangan. (mam/jpn/niz)

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here