BERBAGI
Direktur Utama PTPN VII M. Hanugroho mengikuti kegiatan donor darah pada Selasa (22/10) pagi.

Medsoslampung.co – Bagian Humas PT. Perkebunan Nusantara (PTPN) VII gelar donor darah di Gedung Pertemuan, Kantor Bandar Lampung, Selasa (22/10). Donor rutin per tiga bulan itu berhasil mengumpulkan 67 kantong darah

Sekretaris Perusahaan Okta Kurniawan mengatakan, kegiatan sosial donor darah ini merupakan agenda rutin PTPN VII, yang dilaksanakan setiap 3 bulan sekali. Ini sebagai bentuk kepedulian perusahaan terhadap lingkungan sekitar.

Menurutnya, dengan kegiatan ini diharapkan kebutuhan darah di PMI Lampung bisa terpenuhi.

Ia menjelaskan, banyak manfaat yang didapat kalau seseorang melakukan donor darah.

Diantaranya, dapat menjaga kesehatan jantung,  meningkatkan produksi sel darah merah, membantu menjaga kesehatan tubuh dan dapat mendeteksi penyakit serius sejak dini.

“Menjadi pendonor darah itu seperti simbiosis mutualisme. Sebab setiap tetas darah yang disumbangkan tidak hanya dapat memberikan kesempatan hidup bagi yang menerima. Namun juga memberikan manfaat kesehatan bagi pendonornya,” kata Okta.
Untuk kegiatan kali ini ada 82 peserta dari Kantor Direksi dan unit yang ada di wilayah Lampung, namun hanya 67 kantong  yang berhasil diraih.

Sementara dr. Aditya M Boimed mengapresiasi kegiatan donor darah yang dilaksanakan PTPN VII secara rutin.
Ia berharap kegiatan ini terus berlanjut kedepannya. Jangan sampai terhenti, karena ini sangat membantu PMI dalam memenuhi kebutuhan darah.

Menurutnya, dalam sehari rumah sakit yang ada di Bandarlampung membutuhkan 100 – 150 kantong darah. PMI masih belum dapat memenuhi dari pendonor rutin yang datang ke kantor PMI.

Untuk itu, PMI sangat mendukung bila ada perusahaan yang melaksanakan kegiatan donor, sehingga bisa memenuhi kebutuhan darah.

Ia menjelaskan, setiap kantong darah yang dihasilkan dari pendonor sebelum disalurkan kepada yang membutuhkan terlebih dahulu diperiksa. Ada empat jenis penyakit yang diperiksa yakni hepatitis A, hepatitis B, sipilis dan HIV.

“Kita pastikan darah yang disalurkan terbebas dari penyakit tersebut, untuk itu, meskipun pendonor rutin darahnya tetap diperiksa, salah satunya cek awal pemeriksaan HB,” jelas Adit. (brl)

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here