BERBAGI

Medsoslampung.co – Era revolusi industri 4.0, buku digital memberikan dampak luar biasa. Buku digital menembus berjuta-juta pemikiran dalam waktu yang relatif singkat.

“Siapa yang senang membaca, sejatinya dia sedang membangun puing peradaban,” kata Kepala Perpustakaan Nasional (KPN) RI Muhammad Syarif Bando, saat peresmian Kantor Perpustakaan dan Kearsipan (Perpusarsip) Kota Bandar Lampung, Rabu (12/2/2020).

Karenanya, Syarif berharap Perpusarsip Kota Bandar Lampung dapat meningkatkan koleksi buku yang dimiliki. Sebab, buku yang dibaca turut mempengaruhi kesejahteraan masyarakat.

Ia mencontohkan beberapa negara. Antara lain, Jepang, Korea, China. Buku yang dimiliki sebagian besar tentang perekonomian, teknologi dan industrialisasi.

“Hal ini membawa pertumbuhan ekonomi dan percepatan teknologi yang pesat di negara tersebut,” jelas Syarif.

Kata Syarif, Unesco menetapkan minimal setiap orang memiliki tiga judul buku baru setiap tahunnya. Namun bukan sekedar punya banyak buku, tetapi juga dibaca dan dipahami informasi yang tersirat di dalamnya.

“Kalau masyarakat sudah memahami apa yang tersirat didalam buku bacaan, maka tidak mudah lagi tertipu dengan hoax karena literasi yang rendah,” lanjutnya.

Menurut Syarif, perpustakaan tidak hanya dibangun dari segi fisik. Melainkan didukung dengan adanya kelengkapan fasilitas dan koleksi bukunya. Seperti Perpustakaan Nasional RI yang menjadi Perpustakaan terbaik dalam kategori layanan jurnal ilmiah. (har/hel)

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here