BERBAGI

Medsoslampung.co – Tim penindakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), menggeledah dan memeriksa rumah dinas (Rumdis) dan Kantor Bupati Lampung Utara (Lampura), Rabu (9/10).

Sebelumnya, rumdis dan Kantor Bupati disegel lembaga antirasuah itu beberapa saat pasca operasi tangkap tangan (OTT), Minggu (6/10) malam.

Tampak dari kejauhan tiga mobil Toyota Inova (dua hitam dan satu abu-abu) dengan nomor Polisi BE 1112 XX, BE 1852 YG,  BE 1306 CB yang membawa tim KPK terparkir di halaman rumdis. Dan tampak juga aparat kepolisian bersenjata lengkap berjaga dan mengawal tim KPK dalam melaksanakan tugasnya.

Di tempat yang berbeda (kantor Bupati), tim penindakan KPK juga melakukan penggeledahan dan pemeriksaan terhadap ruangan Bupati yang juga tersegel KPK. Tim KPK yang berjumlah kurang lebih delapan orang itupun sempat masuk ke ruangan Sekretaris Kabupaten sesaat sebelum menuju ruang kerja Bupati untuk melakukan penggeledahan. Saat melakukan penggeledahan, awak media dilarang mendekat dan mengambil gambar.

Diperkirakan, tim KPK dibagi beberapa tim untuk melakukan  penggeledahan di beberapa tempat seperti rumdis Bupati, kantor Bupati,  ruang kerja Kepala dinas Pasar serta ruang kerja Kepala Dinas PUPR Lampura.

Sampai berita ini dibuat, tim KPK masih melakukan pemeriksaan dan penggeledahan ruangan yang tersegel KPK.

Sebelumnya diberitakan, KPK menetapkan enam tersangka dalam OTT tersebut. Empat orang penerima dan dua pemberi suap.

Adapun empat penerima suap adalah Bupati Lampura Agung Ilmu Mangkunegara, orang kepercayaan bupati, Raden Syahril, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Syahbuddin, dan Kepala Dinas Perdagangan Wan Hendri.

Sedangkan diduga dua orang pemberi suap dari pihak swasta yaitu, Chandra Safari, dan Hendra Wijaya. (ysn/hel)

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here