BERBAGI

Medsoslampung.co – Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kabupaten Pesawaran Nurul Hidayah meminta Kolam Renang Tirta Garden, ditutup. Hal itu menyusul karena belum adanya izin resmi yang diberikan pihak pemerintah daerah terkait operasional dari kolam tersebut.

“Jika belum ada ijin, hendaknya Kolam Renang Tirta Garden ditutup sementara sampai proses perijinan selesai. Apalagi kan sudah ada korban anak terluka sampai putus jari kelingkingnya,” ungkapnya, Kamis (8/8).

Nurul menyampaikan, dirinya siap memberikan advokasi kepada korban yang kehilangan dua ruas jari kelingkingnya akibat bermain di kolam renang tersebut.

“Itu ada anak sampai cidera, artinya pengelola belum bisa memberikan standar keamanan bagi pengunjung, jelas itu suatu kelalaian, dan korban berhak menuntut atas kejadian tersebut,” ujar Nurul.

“Rencananya siang ini akan dilakukan rembug pekon. Kalau jalan musyawarah tidak menghasilkan keputusan maka kita akan advokasi korban guna melakukan langkah hukum sesuai dengan hukum yang berlaku tentang perlindungan anak,” tutupnya.

Diketahui sebelumnya, kolam renang Tirta Garden ternyata belum memiliki izin resmi dari pemerintah setempat, kepastian tersebut didapatkan dari Sekretaris Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PM-PTSP).

Kolam yang berada di Desa Kedondong Kecamatan Kedondong tersebut menjadi saksi, ketika seorang bocah harus rela kehilangan dua ruas jari kelingkingnya pada saat bermain di kolam renang tersebut. (snd/ram/hel)

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here