BERBAGI
Penjabat Sekprov Lampung Fahrizal Darminto, ketika melakukan kick off meeting percepatan pembangunan PTLSa, di Ruang Rapat Bappeda Provinsi Lampung, Senin (19/8). Foto Biro Humas dan Protokol Pemprov Lampung.

Medsoslampung.co – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung terus mempercepat pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa). Kini, sedang disusun draft personalia kelompok kerja (Pokja) percepatan pembangunan instalasi pengolah sampah menjadi energi listrik berbasis teknologi ramah lingkungan.

“Ada lima pokja dalam percepatan pembangunan PLTSa. Antara lain,  Pokja Lingkungan, Pokja Teknis Pengolahan Sampah, Pokja ekonomi, Pokja Energi Listrik, serta Pokja Kelembagaan dan Hukum,” jelas Penjabat
Sekretaris Provinsi (Sekprov) Lampung Fahrizal Darminto, ketika melakukan kick off meeting percepatan pembangunan PTLSa, di Ruang Rapat Bappeda Provinsi Lampung, Senin (19/8).

Kick off meeting ini sebagai langkah awal dalam memulai pembangunan PLTSa di Provinsi Lampung.

Pj. Sekda menjelaskan, kelima pokja tersebut memiliki tugasnya tersendiri. Pokja lingkungan memiliki tugas dalam pengkajian kuantitas dan kualitas sampah, persebaran dan transportasi sampah, Pokja teknis pengolahan sampah mengkaji terkait teknologi pengolahan sampah, standard teknologi.

“Pokja Ekonomi yang berkaitan dengan kajian pembiayaan. Pokja Energi listrik berkaitan dengan kelistrikan, dan Pokja kelembagaan dan hukum berkaitan dengan koordinasi kelembagaan,” jelas Fahrizal.

Terkait pengelolaan sampah, Fahrizal menjelaskan bahwa terdapat banyak peraturan yang mengatur terkait pengolahan sampah, mulai dari Undang-undang, Peraturan Menteri, Peraturan Daerah, termasuk Perpres Nomor 35 Tahun 2018.

“Dalam Perpres 35 Tahun 2018 tentang Pengelolaan Sampah bertujuan untuk meningkatkan kesehatan masyarakat dan kualitas lingkungan, serta mengurangi volume sampah secara signifikan. Pengelolaan sampah dilakukan secara terintegrasi dari hulu ke hilir melalui pengurangan sampah dan penanganan sampah. Dan pengelolaan sampah menjadi sumber daya untuk mendapatkan nilai tambah sampah menjadi energi listrik,” tambahnya.

Sekretaris Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim Kemenkomaritim Dedy Miharja menjelaskan bahwa Lampung merupakan salah satu daerah yang ditargetkan menjadi pilot project pembangunan instalasi pengolah sampah menjadi energy listrik berbasis teknologi ramah lingkungan. Dan melalui kick off meeting ini diharapkan pembangunan PLTSa Lampung dapat segera dilakukan.

“Melalui kick off meeting ini, semua unsur yang terlibat dalam pokja harus saling bersinergi dan berkomunikasi dalam rangka melakukan percepatan pembangunan PLTSa,” jelas Dedy. (brl)

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here