BERBAGI

Medsoslampung.co – Desa Gebang, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran, memperkenalkan konsep Ekowisata Hutan Mangrove.

Hal tersebut disampaikan Konseptor Lapangan Wisata Mangrove, Desa Gebang Toni Yunizar, Senin (13/1).

Ia menginginkan untuk menciptakan kemandirian desa dengan tidak meninggalkan pelestarian lingkungan.

“Prinsip dasar wisatanya adalah mempertahankan zona zona yang dikhawatirkan akan punah karena berkembangnya daerah. Selain itu, harapannya juga menjadi wisata alternatif dan edukasi,” jelasnya.

Toni mengatakan, sejauh ini lokasi wisata tersebut cukup menarik antusias wisatawan, baik dari dalam maupun luar Kabupaten Pesawaran.

Ia menerangkan, terdapat beberapa fasilitas yang dapat dinikmati para pengunjung. Di antaranya, fasilitas perahu dayung dan juga perahu untuk melakukan perjalanan antar pulau.

“Iya lumayan ramai walaupun kita baru buka sekitar enam bulan. Kalau weekend itu biasanya yang datang bisa sampai 50 sampai 70 orang,” ujarnya.

“Kalau untuk jarak tempuh itu sekitar 21 kilometer dari Bandar Lampung, memang rata-rata yang datang juga dari Bandar Lampung kebanyakan,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala Desa Gebang
Dadang mengatakan untuk untuk saat ini destinasi wisata dengan luas sekitar 113 hektare tersebut telah dikelola secara mandiri oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) setempat.

Ia menginginkan terciptanya kemandirian yang dapat menunjang kehidupan ekonomi masyarakatnya.

“Untuk saat ini memang dikelola BUMDes. Saya ingin wisata ini dikelola oleh masyarakat sehingga nanti hasilnya dapat dirasakan juga oleh masyarakat,” jelasnya. (snd/ram/hel)

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here