BERBAGI
Kepala BPTS Wilayah VI Provinsi Bengkulu dan Lampung Kolonel Inf. Rahman Sujana bersama General Manager JP-News.id dan Medsoslampung.co. Foto dibidik Zukri Fahmi, Kamis (18/7).

Medsoslampung.co – Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah VI Provinsi Bengkulu dan Lampung menargetkan mengaktifkan kembali jembatan timbang Blambangan Umpu, Kabupaten Way Kanan, tahun depan. Pengaktifan tersebut sama sekali bukan untuk pendapatan, namun murni melaksanakan pengawasan.

Sebelumnya, dua tahun lalu kewenangan operasional jembatan timbang dikembalikan ke pusat. Dan akhir tahun 2019, dimulai beroperasi satu jembatan timbang di Lampung. Yakni, Way Urang, Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan.

Kepala BPTS Wilayah VI Provinsi Bengkulu dan Lampung Kolonel Inf. Rahman Sujana memastikan, keberadaan jembatan timbang murni pengawasan.

“Ya benar, akan kita aktifkan kembali (jembatan timbang Blambangan Umum). Kita target tahun depan,” ucapnya kepada media ini, Kamis (18/9).

Rahman Sujana

Mantan Kepala Pendam IX/Udayana itu melanjutkan, sejak pengembalian kewenangan kepada pusat dua tahun lalu, baru jembatan timbang Way Urang yang dibuka kembali. Sedangkan untuk Simpang Pematang, Kabupaten Mesuji, dan Blambangan Umpu, Waykanan, dalam proses.

Hanya, karena begitu banyaknya masukan dan keluhan tentang lalu lintas kendaraan yang melebihi tonase, maka ditarget selanjutnya pengaktifan jembatan timbang Blambangan Umpu.

“Kita akan beri imbauan (kepada pengusaha), agar kendaraan angkutan tidak membawa muatan over dimension dan overloading,” jelasnya.

Apabila masih melanggar, Rahman memastikan memberikan sanksi tegas. “Selama ini kita lebih kepada tindakan preventif. Kita beri imbauan untuk mencegah kendaraan melebihi kapasitas angkutan. Tidak juga dituruti, ya kita sanksi,” tegasnya.

Namun demikian, diakui Rahman, ketika sanksi tilang diberikan, terlebih penahanan kendaraan, ada kendala lokasi parkir. “Untuk hal ini kita koordinasikan dengan stakeholder dan pemerintah daerah, sehingga lokasi jembatan timbang juga memiliki lahan parkir representatif untuk kendaraan yang dilakukan penahanan,” jelasnya.

Dia juga menjamin, dalam menerapkan tindakan tersebut, tidak ada ada praktek pungutan liar. “Jika ada oknum yang bermain, kita berikan sanksi juga,” tegasnya lagi. (niz)

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here