BERBAGI

Medsoslampung.co – Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkum HAM) Wilayah Lampung siap mendukung sejumlah program Gubernur Lampung Arinal Djunaidi dalam bidang hukum dan HAM. Seperti meningkatkan kesadaran dan bantuan hukum bagi warga masyarakat tidak mampu yang berada di wilayah pedesaan.

Selain itu, Kemenkum HAM juga mendukung program lain, seperti penegakkan, perlindungan, dan pelayanan hukum

Hal itu diungkapkan Kepala Kantor Kemenkum HAM Wilayah Lampung Nofli Bc.Ip., S.Sos., S.H., M.Si., saat beraudinesi dengan Gubernur Arinal, di Ruang Kerja Gubernur, Kamis (10/10).

Nofli mengatakan, saat ini Kemenkum HAM telah memiliki program yang selaras dengan kebijakan gubernur yakni penyuluhan hukum.

“Tentunya hal ini sejalan dengan keinginan Pak gubernur. Untuk itu, kami siap bersinergi bersama Pemerintah Provinsi Lampung untuk meningkatkan kesadaran hukum masyarakat juga memberi bantuan hukum bagi masyarakat miskin,” ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Arinal mengatakan banyak masyarakat Lampung khususnya yang tinggal di daerah pedesaan memerlukan bantuan hukum secara cuma-cuma.

“Banyak masyarakat kita yang tinggal pedesaan yang tidak mengerti tentang hukum dan memerlukan bantuan hukum. Untuk itu, kita akan bentuk tim. Tim itu nantinya terdiri dari perguruan tinggi, pakar hukum, juga dari Kemenkum HAM, sehingga kegiatan kita akan lebih efektif, efisien dan terpadu,” ujar gubernur.

Pada kesempatan itu, Kepala Kantor Imigrasi Edi Setiadi merespons keinginan Gubernur Lampung Arinal Djunaidi. Kantor Imigrasi telah melakukan perpanjangan fasilitas Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) di Branti, sebagai bentuk kesiapan mempertahankan status status Bandara Raden Intan II sebagai bandara internasional.

Pada kesempatan audiensi ini, Gubernur Arinal menerima cindermata berupa kerajinan tangan hasil karya warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Wanita. Gubernur berharap nantinya hasil kerajinan tersebut dapat ditampilkan dan diperjualbelikan di rest area Jalan Trans Tol Sumatera (JTTS).

“Tolong dikoordinasikan melalui Dekransada Provinsi Lampung, agar hasil kerajinan ini dapat dijual di rest area kita,” ucap Gubernur. (brl)

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here