BERBAGI

Medsoslampung.co – Epan Noperi (27), warga Kasui Lama, Kabupaten Way Kanan, sungguh kejam. Penderes karet PT. Silva Inhutani ini tega menganiaya Rn, anak bawah lima tahun (balita) hingga tewas pada Minggu (25/9) pukul 08.30 WIB.

Penyebabnya, pelaku kesal bocah berusia empat tahun itu kerap (maaf) buang air besar (BAB) dalam celana.

Pelaku juga kerap menyiksa korban, mulai dari pemukulan hingga mengalami luka memar di wajah dan luka bakar di paha.

Kini pelaku yang merupakan menantu dari Sulastri (47), warga Kecamatan Rawa Jitu Selatan, Kabupaten Tulang Bawang, berhasil diamankan petugas kepolisian.

“Sebelumnya, pada saat si anak meninggal dunia, ibu korban langsung pulang dari tempat kerjanya di Jakarta,” jelas Kasat Reskrim Polres Mesuji AKP Dennis, Rabu (28/8).
“Sesampai di tempat, Sulastri curiga melihat kondisi jenazah anak yang mengalami luka memar di bagian wajah, serta luka bakar di bagian paha. Setelah itu, ibu korban melaporkan kejadian tersebut ke Polres Mesuji,” terusnya.
Jajaran Satreskrim Polres Mesuji segera melakukan penyelidikan. Didapati bukti dan pengakuan saksi-saksi yang mengarah ke pelaku Epan.
“Saat ini pelaku beserta barang bukti satu buah kayu papan telah kita amankan di Mapolres Mesuji untuk diproses lebih lanjut,” ucap Dennis.
Dari pemeriksaan kepada pelaku, lanjut Dennis,
diakui bahwa perbuatannya dengan motif kesal. Korban disebutnya kerap nakal.
Disebutkan pula, korban kerap BAB dicelana.
Puncaknya, waktu pelaku pulang kerja nyadap getah karet. Sebelum kejadian, pelaku juga pusing lantaran ditagih hutang.
“Atas perbuatannya, pelaku kita jerat tindak pidana penganiyayaan terhadap anak yang menyebabkan kematian. Itu sebagimana dimaksud dalam Pasal 80 ayat 3 Undang-Undang No 35 Tahun 2014,” terang Dennis.
Kasatreskrim mengimbau, kepada orang tua yang menitipkan anaknya agar senantiasa dipantau ketat agar tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan.  “Kejahatan bisa terjadi karena adanya kesempatan. Maka, kita bersama waspada serta segera lapor ke pihak berwajib bila terjadi,” pungkas Dennis. (fan/hel)
BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here