BERBAGI
Karzuli Ali, S.H. praktisi hukum dan pemgamat kebijakan publik Lampura (tengah/kemeja biru).

Medsoslampung.co – Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Lampung Utara (Lampura) hingga pertengahan tahun 2021 merosot tajam. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bumi Ragem Tunas Lampung harus mengambil langkah-langkah strategis demi terciptanya pemulihan ekonomi.

Praktisi hukum dan pengamat kebijakan publik setempat Karzuli Ali, S.H. membeber bahwa  Kabupaten Lampura sangat terdampak oleh pandemi Covid-19 sejak awal tahun 2020 lalu. Antara lain, pendapatan asli daerah (PAD) berkurang, meningkatnya angka kemiskinan, dan pengangguran meningkat.

“Harus ada langkah konkrit atau kebijakan strategis yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Lampung Utara demi memulihkan kondisi perekonomian sejak terjadinya pandemi. Pertama kita menjaga iklim kondusif untuk menjaga kepercayaan Pemerintah Pusat serta investor yang akan masuk guna menambah PAD,” kata Karzuli.

Pemerintah wajib melakukan pembinaan serta memberikan bantuan permodalan kepada para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta mendukung sektor lain seperti pengembangan pariwisata.

Pemerintah juga wajib memberikan dasar hukum yang jelas kepada jenis-jenis usaha tertentu seperti UMKM yang berbasis masyarakat pertanian, perikanan, peternakan melalui penerbitan Peraturan Daerah (Perda) maupun Peraturan Bupati (Perbup) tentang pemberdayaan produk lokal Lampura.

“Yang harus dilakukan pemerintah dalam pengembangan promosi parawisata serta promosi produk Lokal UMKM dan pemasaran secara digital, meningkatkan kualitas sumber daya manusianya melalui pelatihan. Selanjutnya, lakukan pemantapan sinergi dengan asosiasi atau perhimpunan dunia usaha. Kita sangat berharap strategi kebijakan ini dapat meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi. Yang pasti tunjukan tren positif, tidak negatif,” terangnya.

Karzuli menerangkan, pada tahun kedua pandemi ini Pemkab Lampura harus memberikan optimisme kepada masyarakat dengan pola penanganan yang baik. Pola penanganan ini penting untuk memberikan pedoman bagaimana pemerintah dapat menangani Covid-19.

“Pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Lampung Utara, bahkan hampir semua daerah di Indoneaia melambat. Yang terjadi sekarang, masyarakat sudah ada rasa bosan dengan kebijakan-kebijakan yang diambil pemerintah mulai dari pusat hingga ke daerah. Sehingga akhirnya terjadi penurunan tingkat kedisiplinan protokol kesehatan di tengah masyarakat,” ungkapnya.

Karzuli sepakat dengan penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Meski demikian, ia menyarankan agar mengoptimalkan kinerja satgas di tingkat paling bawah, yakni RT, RW, desa dan kelurahan. Karena langsung bersentuhan dengan masyarakat.

“Harus segera ditemukan sebuah pola yang sistematis dalam rangka penangan Covid-19. Penangan yang sistematis ini tentunya akan memberikan dampak positif terhadap pemulihan laju pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Lampung Utara ini,” tutup Karzuli. (iin/hel)

BERBAGI