BERBAGI

Medsoslampung.co – Operasi Ketupat Tahun 2019 memiliki karakteristik yang khas dibandingkan dengan operasi di tahun-tahun sebelumnya. Sebab, kali ini dilaksanakan bersamaan dengan penyelenggaraan tahapan Pemilu Tahun 2019. Sehingga potensi kerawanan yang akan dihadapi semakin kompleks.

“Namun terkait hal tersebut akan diantisipasi melalui sejumlah upaya pengamanan personel gabungan Polres Tanggamus, TNI Kodim 0424/TGM dibantu stakholder baik Pemkab Tanggamus maupun Pringsewu maupun organisasi kemasyarakatan serta organisasi kepanduan (Pramuka),” ungkap Kapolres Tanggamus AKBP Hesmu Baroto, saat menyampaikan amanat apel gelar pasukan Operasi Ketupat di Lapangan Pemkab Tanggamus, Selasa (28/5).

Operasi Ketupat Tahun 2019 digelar selama 13 hari, mulai Rabu dini hari tanggal 29 Mei 2019, sampai dengan hari Senin tanggal 10 Juni 2019.

Dalam keterangan dihadapan para awak media, Hesmu Baroto menjelaskan bahwa Operasi Ketupat adalah operasi pelayanan untuk masyarakat yang sudah rutin mudik saat Idul Fitri. Untuk itu turut terlibat juga Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, BPBD, Sentra Komunikasi, Orari, Satpol PP dan Pramuka.

“Untuk anggota Polres Tanggamus yang diterjunkan ada 113 personel. Lalu akan ditambah dengan anggota TNI dari Kodim 0424 Tanggamus, juga terdapat anggota gabungan dari lainnya total keseluruhaan 500 personel,” terangnya.

Hesmu Baroto juga mengatakan, salah satu teknis pelaksanaan operasi adalah pendirian posko pengamanan dan pelayanan. Dan untuk Tanggamus ditetapkan hanya pos pengamanan. Itu ada di empat lokasi yakni, Jalinbar ruas Talang Padang, lalu di Rest Area Gisting, di Pekon Talagening atau depan SPBU, dan di Pekon Way Kerap, Semaka.

“Untuk Tanggamus kami dirikan posko pengamanan, tujuannya untuk memberikan pengamanan dalam perjalanan bagi pemudik yang melintasi atau bertujuan ke Tanggamus,” kata Hesmu Baroto.

Untuk posko pelayanan, lanjutnya, ada di Pringsewu, tepatnya di Rest Area Pringsewu. Di sana unsur kepolisian dan seluruh instansi yang terlibat akan bersiaga di pos tersebut.

Untuk teknis pengamanan pada jalinbar wilayah barat meliputi ruas Kecamatan Wonosobo, Bandar Negeri Semong, dan Semaka, akan diadakan patroli gabung bersama anggota TNI dan Satpol PP. Sebab ruas ini adalah jalur rawan kriminalitas.

“Jalur di wilayah barat kami adakan patroli gabungan bersama anggota TNI, Satpol PP dan itu dilakukan sesering mungkin supaya mencegah timbulnya tindak kriminalitas,” pungkasnya.

Diketahui dalam penggelaran apel tersebut, Kapolres juga memeriksa kesiapan personel pengamanan serta penyematan tanda dimulainya operasi Ketupat Krakatau 2019 Polres Tanggamus. (sis/hel)

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here