BERBAGI

Medsoslampung.co – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Tentara Nasional Indonesia (TNI) ke 74 Tahun 2019 di Provinsi Lampung akan berbeda dari sebelumnya. Untuk kali pertama, perayaan akan menampilkan parade defile dan pameran alat utama sistem persenjataan (Alutsista).

Kepastian tersebut disampikan Komandan Brigade Infanteri (Dan Brigif) 4 Marinir BS Kolonel Mar. Ahmad Fajar saat bersilaturahmi dengan organisasi dan insan pers Provinsi Lampung di Lapangan Tembak Brigif 4 Piabung, Kabupaten Pesawaran, Jumat (27/9) pagi.

Ahmad Fajar menuturkan, parade defile merupakan cerminan disiplin prajurit. Defile dilakukan oleh seluruh angkatan, yakni Darat, Laut, dan Udara.

Sementara Pameran Alutsista sebagai unjuk armada kepada publik, bahwa TNI siap menjaga keutuhan NKRI.

“Sesuai disampikan (Danrem 043 Gatam Koloner Inf. Taufik Hanafi) saat coffee morning Senin (23 September 2019), kita mempersiapkan defile dan kejutan (panggung prajurit). Kita berharap kawan-kawan media semua hadir dan mendukung menyebarluaskan hal ini (sehingga viral),” harapnya.

Khusus Alutsista, Fajar menyatakan kita semua patut bangga. Persenjataan dan armada tak ketinggalan dengan kecanggihan teknologi negara lain.

Bahkan, armada lama pun siap bersaing dengan armada terkini. Misalnya, tank amfibi yang dimiliki Brigif 4 Marinir Piabung. Tank itu punya sejarah pada Pembebasan Irian Barat.

“Hingga kini, tank amfibi kita tak kalah bersaing. Akurasi sasaran juga masih baik sekali,” jelas Fajar.

Dan hari itu, para wartawan punya kesempatan istimewa menaiki langsung tank buatan Rusia tersebut. Kini, Indonesia juga mampu mengembangkan dan memproduksi sendiri tank amfibi.

Kata Fajar, tank tersebut dapat melakukan akselarasi dengan baik sekalipun dengan kemiringan medan di daratan hingga 45 derajat. Sementara di lautan, tank ini tak diragukan lagi adalah rajanya.

“TNI juga memiliki jenis senapan serbu, senapan sniper, pistol dan revolver terbaik. Khusus senapan serbu, mulai SSI-VI, SS2-V2, SS1-V3, SS1-V5, Senapan sniper (SPR-1), pistol (P-1, P-2), revolver (R1-V1, R1-V2, RG-1 (tipe A), RG-1 (tipe c),” beber Fajar.

Kualitas semua senjata itu sudah diakui dunia melalui ajang Australian Army Skill At Arms Meeting (AASAM). TNI sudah 12 kali berturut-turut menjadi juara umum di even tahunan itu.

“Prajurit TNI juga memiliki skill dan stamina lebih  baik. Kita harus bangga akan hal itu,” pungkasnya. (hel)

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here