BERBAGI

Medsoslampung.co – Kepala Dinas  Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Lampung Utara (Lampura) Maspardan memantau atau mengawasi secara langsung proses perekaman dan pencetakan KTP elektronik (KTP-el) di dinas yang dipimpinnya.

Pemantauan ini dilakukannya untuk memastikan proses pencetakan KPT-el sesuai dengan kebijakan yang diambilnya yakni berdasarkan skala prioritas. Menginggat jumlah blangko KTP-el yang sangat terbatas.

“Ya sering atau sewaktu-waktu ketika saya berada di kantor, saya memantau langsung proses pelayanan kepada masyarakat yang ingin memilki administrasi kependudukannya. Terlebih lagi pada proses pencetakan KTP yang harus mengedepankan skala prioritas keperluan masyarakat mengingat jumlah blanglo KTP yang minim atau bahkan sering habis,” terang Maspardan saat melakukan pemantaun proses pelayanan administrasi kependudukan di kantornya, Kamis (10/10).

Maspardan yang saat itu didampingi Sekretaris Disdukcapil, Tien Rostina menyatakan  khusus blangko KTP-el yang kerap kali habis memang terjadi secara nasional bukan hanya di Lampung. Setiap daerah hanya diberikan  stock blangko oleh Kementerian Dalam Negeri khususnya Direktorat Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil terbatas itupun daerah yang harus mengambilnya ke Kementerian.

“Setiap daerah dijatah 500 blangko setiap mengambilnya di pusat. Padahal jumlah itu bisa habis dalam sehari pencetakan karena memang jumlah wajib KTP yang harus memiliki KTP melonjak setiap tahunnya,” terang dia.

Untuk mengantisipasinya, kata Maspardan, Disdukcapil Lampura menerapkan kebijakan skala prioritas dalam pencetakannya.

“Ya kita terapkan skala prioritas sesuai drajat kebutuhan dan keperluan masyarakat seperti untuk mengurus BPJS, Umroh dan bekerja. Intinya yang sifatnta urgen dan mendesak,” kata dia.

Terkait waktu normalnya keberadaan blangko KTP. Mantan Camat Muara Sungkai itu mengatakan bahwa dia tidak dapat memastikannya.

“Karena ini wewenang pemerintah pusat melalui Kementerian saya tidak tahu pasti. Kemungkinan bisa jadi tahun 2020 mendatang. Saat ini saja setiap kehabisan blangko kami berangkat ke pusat untuk mengambilnya. Itupun dijatah 500 blangko,” pungkasnya. (ysn/hel)

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here