BERBAGI

Medsoslampung.co –  Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Kabupaten Pesawaran Pauzan Suaidi sangat mengapresiasi sosialisasi Undang Undang Pers No 40 Tahun 1999, yang digelar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) setempat di Kecamatan Way Khilau, Senin (5/8).

Pauzan mengatakan, wartawan bukanlah sebagai momok dan bukan untuk ditakuti. Karena wartawan sebagai mitra dalam sama-sama membangun Kabupaten Andan Jejama khususnya di bidang peningkatan mutu pendidikan.

“Namun Ibu bapak kepala sekolah juga harus dapat membedakan mana wartawan yang benar-benar atau wartawan yang tidak jelas atau abal-abal,” katanya, dalam memberikan sambutan saat sosialisasi UU pers Nomor 40 tahun 1999 dan Kode Etik Jurnalistik, di SDN 2 Mada jaya Kecamatan Way Khilau.

Hal yang sama juga diungkapkan Koordinator Kecamatan Disdikbud Way Khilau Jamhari. Pihaknya mengucapkan terima kasih kepada PWI Pesawaran yang telah melakukan sosialisasi UU Pers terhadap guru dan kepala sekolah diwilayahnya.

“Sehingga dengan adanya acara sosialisasi ini, kepala sekolah maupun guru tahu akan tugas yang sebenarnya seorang wartawan, karena selama ini, wartawan terkadang menjadi momok bagi mereka. Jadi dengan adanya sosialisasi ini Kepala sekolah khususnya tidak takut lagi menghadapi wartawan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua PWI Pesawaran Erdanizar menjelaskan bahwa Sosialisasi UU Pers 40/1999 dan Kode etik Jurnalistik karena PWI Pesawaran bersama Disdikbud sering kali mendapatkan Laporan oknum wartawan yang sering meresahkan kepala sekolah sehingga dengan adanya sosialisasi ini, mereka akan memahami tugas seorang wartawan.

“Sehingga dengan adanya sosialisasi ini, kepala sekolah khususnya dapat paham akan tugas wartawan dan dapat menghadapi dengan bijak ketika didatangi wartawan abal-abal atau hanya mengaku-ngaku wartawan,” terangnya. (snd/ram/hel)

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here