BERBAGI

PESISIR BARAT-Cabang Kejaksaan Negeri (Cabjari) Krui Kabupaten Pesisir Barat (Pesibar), menjadwalkan segera menerbitkan Surat Perintah Penyelidikan (Sprintlid), Selasa (10/4) besok,. Sikap tegas Cabjari tersebut apabila Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP-Damkar) masih belum mengembalikan Uang Persediaan (UP) Tahun 2017 sebesar Rp698 juta dikantor tersebut, Senin (9/4) sore.

“Kalau sore ini dana UP belum dikembalikan oleh Kasatnya. Besok pagi, Selasa (10/4), kami segera menerbitkan sprintlid dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) dalam permasalahan tersebut,” ujar Kepala Cabjari Krui M. Amriansyah, S.H., M.H., di hadapan Wak media, Senin (9/4).

Amri, sapaan akrabnya, menjelaskan bahwa pihaknya akan melakukan koordinasi dengan pihak Inspektorat terkait hasil pemeriksaan dan audit sebelumnya. mengingat Inspektorat sebagai pihak yang lebih awal melakukan pemeriksaan.

“Inspektorat yang sudah memeriksa terkait ihwal tersebut, sehingga kami perlu koordinasi dengan Inspektorat, termasuk nantinya koordinasi dengan Bupati,” lanjut Amri.

Menurutnya, perlu diketahui sejak sprintlid diterbitkan, maka sejak saat itu proses penyelidikan dimulai untuk menemukan Tipikor dengan cara memeriksa orang-orang terkait yang dibutuhkan dalam upaya penyelidikan. “Kalau Sprintlid sudah terbit, jelas penyelidikan sudah mulai,” tambahnya.

Sementara Amri sendiri menilai, kasus tersebut sangat penting untuk segera ditindaklanjuti. Pasalnya, Pemkab Pesibar sendiri sudah cukup banyak memberikan kesempatan terhadap seorang oknum Kasatpol PP-Damkar untuk mengembalikan dana UP Tahun 2017 sebesar Rp698 juta itu. “Kan sebelumnya sudah dikasih waktu 15, 23 Maret dan terakhir 1 April. Tapi kok belum dikembalikan ke kas negara juga. Artinya sudah cukup banyak kesempatan yang diberikan,” tukasnya. (ach/niz)

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here