BERBAGI

Medsoslampung.co – Kepala Urusan (Kaur) Desa Mada Jaya Jumadi membantah pemberitaan adanya pembangunan drainase tak sesuai volume pekerjaan. Apalagi disebutkan dilakukan asal jadi.

“Yang pasti, semua yang kami kerjakan bisa dipertanggungjawabkan. Kalau ada yang menyebutkan drainase di sini asal jadi, kita tantang mereka buat membuktikan tuduhan tersebut,” ungkap Jumadi.

Jumadi mengatakan, terdapat kesalahan dari pemberitaan pembangunan drainase di desanya.

“Jadi saya klarifikasi, pembangunan drainase itu memang ada beberapa titik yang hanya kita bangun separuh saja. Sebab separuh yang lainnya sudah dibangun secara pribadi oleh masyarakat,” jelas dia.

“Kan ada beberapa rumah masyarakat yang di depannya ada drainase, ya mereka bangun pondasi sendiri, nggak mungkin kita mau hancurin bangunan warga, terus kita bangun lagi. Itu kan yang wartawan foto drainase milik warga pribadi yang sudah lumutan,” tambahnya.

Selain itu, Jumadi juga mengatakan telah melakukan pembangunan drainase sesuai dengan volume yang telah ditetapkan.

“Yang pasti, volume pembangunannya tidak kami kurangi. Jadi titik yang hanya dibangun separuh tersebut kami alihkan ke tempat lain. Bahkan, dari dari 1.005 meter drainase yang mesti direalisasikan justru kami lebihkan menjadi 1.024 meter,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala Desa Mada Jaya Sutrisna membantah tuduhan terkait tidak adanya transparansi didalam pengelolaan dana desa ditempatnya.

“Sudah kami publikasikan semua dana desa yang kami kelola. Bahkan, di tiap-tiap perempatan kami pasang banner tentang pengelolaan yang kami lakukan. Selain itu, setiap ada kegiatan pengajian ataupun musyawarah desa selalu saya sampaikan,” ujar Nana.(snd/ram/hel)

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here