BERBAGI

Medsoslampung.co – Jumat benar-benar hari keramat bagi terbidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Jumat ini (27/9), lembaga antirasuah itu menahan mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI Imam Nahrawi.

Beritalima melansir, Imam ditahan usai diperiksa penyidik KPK sebagai tersangka dalam perkara dugaan kasus suap dana hibah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) tahun 2018

“INR ditahan 20 hari pertama di rutan Guntur Pomdam Jaya,” ucap juru bicara KPK Febri Diansyah, kepada wartawan.

Imam sebelumnya sudah pernah dipanggil KPK dalam proses penyidikan sejak 25 Juni 2019. Tapi, ia tiga kali tidak memenuhi panggilan. Yakni pada 31 Juli 2019, 2 Agustus 2019, dan 21 Agustus 2019.

Selain Imam, KPK sebelumnya juga telah menetapkan staf khususnya, Miftahul Ulum sebagai tersangka penerima suap senilai total Rp26,5 miliar.

Uang tersebut diduga merupakan commitment fee  atas pengurusan proposal hibah yang diajukan oleh KONI kepada Kemenpora TA 2018. Juga penerimaan terkait Ketua Dewan Pengarah Satlak Prima, dan penerimaan lain yang berhubungan dengan jabatan Imam selaku Menpora kala itu.

KPK menyatakan bahwa uang Rp26,5 miliar tersebut diduga digunakan untuk kepentingan pribadi Imam dan pihak Iain yang terkait.

Adapun rinciannya dalam rentang 2014-2018, Menpora melalui Miftahul Ulum menerima uang sejumlah Rp14,7 miliar.

Selain penerimaan uang tersebut, dalam rentang waktu 2016-2018, Imam selaku Menpora diduga juga meminta uang sejumlah total Rp11,8 miliar

Imam dan Miftahul disangkakan melanggar pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 12 B atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 jo Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Diketahui, Imam mundur dari jabatannya sebagai Menpora sejak 19 September 2019.  Presiden Jokowi lalu menunjuk Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri sebagai Plt Menpora. (brt/hel)

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here