BERBAGI

BANDAR LAMPUNG — Pemerintah pusat berharap keberadaan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) mampu mengembangkan kawasan ekonomi di Pulau Sumatera. Apalagi, Lampung telah ditetapkan sebagai wilayah pusat pertumbuhan industri (WPPI).

Asisten Deputi Perumahan, Pertanahan dan Pembiayaan Infrastruktur, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI, Bastary Pandji Indra menerangkan, Lampung sebagai wilayah strategis untuk pengembangan kawasan ekonomi di Pulau Sumatera.

“Kami berharap kontribusi semaksimal mungkin dari seluruh unsur terkait, untuk membenahi dalam rangka pertumbuhan ekonomi di Pulau Sumatera,” ujarnya dalam Focus Group Discussion (FGD) Regional Economic Development do Novotel Bandar Lampung, Rabu (28/3).

Pada kebijakan pengembangan Kawasan Industri di Pulau Sumateta, Ditjen Pengembangan Perwilayan Industri, Kementerian Perindustrian, Bayu Fajar Nugroho mengatakan, untuk perwilayahan industri di Sumateta, Lampung adalah daerah yang ditetapkan sebagai WPPI. Sesuai Peraturan Pemerintah No. 14 Tahun 2015 tentang RIPIN 2015-2035, pada Provinsi Lampung, WPPI berada pada Lampung Barat, Lampung Timur, Lampung Tengah, Tanggamus, dan Lampung Selatan.

“Untuk kriteria WPPI yakni potensi sumber daya alam (agro, mineral, migas), kelengkapan sistem logistik dan transportasi, kebijakan affirmatif untuk pengembangan industri ke luar pulau Jawa, penguatan dan pendalaman ratai nilai, kualitas dan kuantitas SDM, dan memiliki potensi energi berbasis sumber daya alam (batu bara, panas bumi, air),” katanya.

Dalam peluang pengembangan Kawasan Industri di Pulau Sumatera, Bayu mengatakan dapat mengambil kesempatan menyerap potensi demand untuk lahan industri yang tidak dapat dipenuhi oleh kawasan industri di Pulau Jawa.

“Pulau Sumatera dapat pula melakukan kerjasama dengan pengelola kawasan industri yang sukses dengan cara membangun kawasan industri di Pulau Jawa,” ujarnya.

Untuk tantangan dan isu strategis Kawasan Industri di Pulau Sumatera, menurut Bayu di antaranya perlu adanya infrastruktur pendukung yang memadai. Seluruh kabupaten/kota harus mempersiapkan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) khususnya kawasan peruntukan industri dan terlatihnya kemampuan tenaga kerja dan SDM industrial di daerah.

“Kita juga harus menarik minat pihak swasta untuk membangun kawasan industri di Pulau Sumatera,” katanya. (rls/niz)

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here