BERBAGI

BANDAR LAMPUNG – Jaringan Kerakyatan Lampung (JKL) melaporkan dugaan kampanye terselubung ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Bandar Lampung, Selasa (27/3). Terlapor adalah Aprilani Yustin, istri M. Ridho Ficardo.

Bukan hanya Aprilani Yustin. JKL juga melaporkan adanya dugaan pelibatan aparatur sipil negara (ASN). Mereka yang disebut-sebut terlibat oleh JKL adalah Ir. Catur Agus Dewanto, pejabat eselon III Dinas Pemuda dan Olahraga Pemprov Lampung; Drs. Yosrinaldo Syarif, pejabat di Pengadilan Agama Bandar Lampung; dan Diona, Pejabat di Dinas Pendidikan Provinsi Lampung.

“(Selasa) Siang ini kami melaporkan ke Bawaslu Yustin, istri Ridho Ficardo, Ir. Catur Agus Dewanto, pejabat eselon III Dinas Pemuda dan Olahraga Pemprov Lampung; Drs. Yosrinaldo Syarif, pejabat di Pengadilan Agama Bandar Lampung dan Diona Pejabat di Dinas Pendidikan Provinsi Lampung,” ujar Ketua JKL Joni Fadli.

Laporan JKL terkait kampanye terselubung dengan memobilisasi PNS. Diduga, acara tersebut menggunakan dana APBD Lampung.

Laporan JKL diterima langsung oleh para pimpinan Bawaslu Bandar Lampung. Yakni Iskardo P. Panggar, dan Adek Asy’ari.

“Kami lengkapi dengan foto konsolidasi paskibra di sebuah hotel di Bandar Lampung baru-baru ini,” ujar Joni Fadli.

BAWASLU Bandar Lampung mengaku segera mempelajari laporan JKL. Apabila ada kemungkinan besar terjadi tindak pidana Pilkada Serentak 2018, maka laporan JKL diteruskan ke Sentra Gabungan Penegakan Hukum (Gakumdu). (niz)

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here