BERBAGI

Medsoslampung.co – Kabar gembira bagi petani. Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung Arinal Djunaidi – Chusnunia Chalim (Nunik) target soft launching Kartu Tani Berjaya pada pertengahan Agustus mendatang.

Kartu Petani Berjaya itu perupakan program unggulan dari sembilan program utama yang digagas oleh Arinal-Nunik dan telah dikampanyekan pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) Lampung 2018 lalu.

Kartu tersebut minimal dapat difungsikan sebagai alokasi penyedia pupuk, asuransi, Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan beasiswa bagi anak petani.

Pengimplementasian kartu itu diharapkan menyejahterakan petani di Provinsi Lampung.

Guna mewujudkan hal tersebut, Wagub Nunik bersama instansi terkait, pihak akademisi dan Bank Lampung melakukan Rapat Koordinasi Program Kegiatan Prioritas Provinsi Lampung 2019-2024 salah satunya dengan mengulas berbagai sistem yang akan diterapkan pada Kartu Petani Berjaya.

“Saya dan Pak Arinal bekerja perlu agak berlari mengingat waktu kami dengan visi misi, 33 janji kerja dan program prioritas. Salah satu andalan yang dibutuhkan adalah basis pertanian, program Kartu Petani Berjaya ini menjadi super unggulan program kami,” ujar Wagub Nunik di Gedung Rektorat Universitas Bandar Lampung (UBL), Jumat (21/6).

“Fungsinya seperti bagaimana sarana produksi yang tidak merugikan petani, dan yang utama saya berharap agar persolan petani tertangani dan bagaimana kartu ini berfungsi,” katanya.

Nunik menekankan bahwa dalam membentuk sistem, harus memperhatikan pula esensi dari Kartu Petani Berjaya yang memang difokuskan untuk para petani

Kartu tidak bukan hanya sekedar kartu, kita berkumpul disini untuk membahas sistem agar kartu ini bisa berfungsi. Tetapi lebih dri itu, kita membahas sistem tetapi jangan sampai esensi untuk petani malah tidak tertangani,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Lampung, Ahmad Chrisna Putra mengatakan bahwa bila dalam waktu dekat Kartu Petani Berjaya akan dilaunching, harus memakai database billing system yang dikeluarkan oleh Bank Lampung.

“Butuh satu bulan saja bila menggunakan data dari Billing System dan kartu itu langsung diserahkan kepada petani. Namun jika tidak memakai database Billing System membutuhkan waktu sekitar tiga bulan,” ujarnya.

Chrisna menyebutkan Kartu Petani Berjaya itu juga diperlukan dukungan surat dari Pemprov Lampung kepada Kementerian Pertanian yang menyatakan bahwa Provinsi Lampung menggunakan Bank Lampung yang memfasilitasi Kartu Petani Berjaya.

“Karena jika terjadi musibah, kekeringan, gagal panen dan sebagainya langsung dapat asuransi,” katanya. (rls/hel)

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here