BERBAGI

Medsoslampung.co – Penyair yang juga pengajar di Universitas Teknokrat Indonesia (UTI) Jafar Fakhrurozi mengatakan, musikalisasi puisi dalam tinjauan akademik adalah puisi yang dimusikalisasikan.

“Setiap puisi yang dimusikalisasi adalah musikalisasi puisi,” katanya.

Ia juga mengutip pensapat Sapardi Djokodamono, bahwa setiap puisi memiliki musikalitas.

Maka, dalam musikalisasi puisi tak ada yang dikorbankan. Kedua genre seni itu akan saling mendukung.

“Jadi, tiap puisi bisa dimusikkan,” ujarnya.

Jafar membawa anak asuhnya di Teras Cahaya UTI. Mereka membawakan puisi “Pada Ketinggian Matahari” karya Isbedy Stiawan ZS dan puisi “Perahu Lilin” karya Arif Sanjaya.

Personel Teras Cahaya adalah Nindi (vokalis), Misna (vokalis), Adit (gitaris), dan Evan (pembaca puisi).

Selain Jafar, penyair lain yang baca puisi adalah Paus Sastra Lampung Isbedy Stiawan ZS, Muhammad Alfariezie, Entus Alrfafi GD yang menyenandungkan 2 puisi Priska Putri Asmiranti dan 1 puisi Agusri Junaidi, dan Asril Barning. (brl)

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here