BERBAGI

Medsoslampung.co – Isbedy Stiawan ZS. memenuhi janjinya memukau Eva Dwiana Herman dan politisi Lampung, Jumat (27/9) malam. Ia membacakan sekira 15 puisi dari buku “Alamat Rindu Dikutuk Rindu” di Lamban Sastra.

Pembacaan puisi tunggal kali ketiga dalam sejarah kepenyairannya, semalam dimulai dengan tari menggambarkan puisi-puisi Isbedy oleh Fammy dari Prodi PGMI Fak Tarbiyah UIN Radin Intan Lampung.

Sehabis satu nomor tari, Isbedy menembus figura. Sebagai simbol bahwa penyair ini telah menembus batas. Lalu penari memberi jaket pada penyair berjuluk Paus Sastra Lampung, sebelum membacakan puisi pertama “Di Mana Alamat Rindu” (hlm 88-89).

Pada sesi pertama ini, pengampu Lamban Sastra ini membacakan 8 puisi di hadapan penonton, di antaranya Bunda Eva, Ketua PKS Lampung Mufti Salim, Muchlas E Bastari, Himawan Imron dari Komunitas Gedung Meneng, Hermansyah Batin, dan lain-lain.

Pembacaan puisi Isbedy masih energik di usianya 61 tahun. Tak tampak kelelahan membaca 15 puisi dengan sesi.

Hal itu dikayatakan rekannya, sastrawan Syaiful Irba Tanpaka. “Isbedy tetap energik, tidak membosankan walau ia baca lebih 10 puisi,” kata Sekretaris Lamban Sastra itu.

Hal sama dikatakan penyair Muhammad Alfariezie. Ia memuji performa art Isbedy sangat memukau.

Pembacaan tunggal Isbedy juga memberi kejutan. Tak disebut dalam susunan acara, istri Isbedy yakni Fitri Angraini membacakan puisi Isbedy berjudul “Malam Jadikan Aku Bunga” jelang sesi kedua Isbedy naik panggung seni Lamban Sastra.

Pembacaan puisi Isbedy ini juga berkolaborasi dengan musisi Entus Alrafi Gd yang menyanyikan 3 puisi karya sastrawan produktif ini.

Aransemen dan suara Entus juga berhasil “menyihir” audiens.

Kehadiran istri Walikota Bandarlampung Herman HN turut meramaikan jagat sastr Lampung dengan membaca 2 puisi sendiri, “Ikhlas” dan “Buat Almarhun Rakhmat Hidayat”.

Tercatat sudah 3 kali Isbedy baca puisi tunggal, pertama tahun 1985 dan 1999 di Taman Budaya Lampung, dan ketiga di Lamban Sastra.

“Mungkin ini terakhir saya baca puisi tunggal,” katanya menutup pembacaan puisi semalam dengan pembawa acara politisi Nasdem, Erika Novalia Sani. (brl)

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here