BERBAGI

Medsoslampung.co – Pengampu Lamban Sastra, Isbedy Stiawan ZS, berharap Papua tetap menjadi Indonesia (NKRI).

Hal itu ia katakan pada testimoni untuk menutup gelar Baca Puisi (Boleh Orasi) Sava Papua Love Papua di Lamban Sastra Isbedy Stiawan ZS, Jl Raden Saleh, Tanjung Senang, Kota Bandar Lampung, Selasa (3/9) malam.

Dalam clossing peduli Papua itu, isbedy juga berharap tak ada kekerasan ataupun turunnya aparat keamaan ke jalan sehingga mengancam maupun menakutkan rakyat Papua.

Isbedy menegaskan, kekerasan tak akan menyelesaikan masalah. Sebaliknya akan membuat kita hancur sebagai bangsa. Dia mencohkan Timor Timur, Aceh, dan lainnya.

“Jangan sampai kekerasan membuka peluang daerah menjadi negara sendiri seperti Timor Leste,” ujarnya.

Pada era Orde Baru, ia berkisah, pernah menulis puisi “Negeri Sepatu” dengan bait terakhir berbunyi: ‘kini kubayangkan/ tak lagi kudengar derap sepatu/ juga aum serdadu’.

Pada penutup acara semalam, Isbedy berterima kasih kepada yang hadir seperti Musa, mahasiswa Papua di Lampung, para politisi Lampung di antaranya Muchlas E. Bastari yang menggagas kegiatan ini, Yozi Rizal yang juga Pembina Lamban Sastra, Yuhadi S.HI., Erika Novalia Sani yang juga pengurus Lamban Sastra, Acong dari PRD, dan media online yang telah banyak membantu kegiatan Lamban Sastra,

Di akhir clossing, ia menjelaskan bahwa pada 20-28 September mendatang, Lamban Sastra akan menggelar Pekan Puisi 2019. (brl)

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here