BERBAGI
Wagub Lampung Chusnunia dan PNS di Lingkungan Pemprov Lampung meneguhkan komitmen cinta lingkungan, seusai senam bersama di Lapangan Kopri Kantor Gubernur pada Acara Senam Bersama, Jumat (27/9). Foto Biro Humas dan Protokol Pemprov Lampung.

Medsoslampung.co – Seluruh kepala organisasi perangkat daerah (OPD) dilingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung menandatangani komitmen bersama mengenai penerapan Program Eco Office, di Lapangan Kopri Kantor Gubernur pada Acara Senam Bersama, Jumat (27/9). Penandatangan dilakukan bersama Wakil Gubernur (Wagub) Lampung Chusnunia Chalim.

Melalui komitmen ini, diharapkan dapat mendorong perubahan perilaku keseharian para pegawai Pemprov Lampung untuk lebih mencintai lingkungan.

Selain melakukan penandatangan komitmen, dalam kesempatan tersebut, Nunik, sapaan akrab wagub, juga mendorong penggunaan tumbler (botol isi ulang) kepada para pegawai sebagai upaya mengurangi sampah plastik di Provinsi Lampung.

 

Program Eco Office yang tertuang dalam Surat Edaran Gubernur Lampung Nomor 660.1 Tahun 2019 tersebut berisi mengenai upaya menciptakan kantor yang ramah lingkungan (eco office) dengan mendorong semua aktivitas kerja yang tidak hanya berorientasi pada kinerja tetapi juga meningkatkan kualitas lingkungan hidup, kesehatan, dan kenyamanan lingkungan kerja.

Secara khusus, Surat Edaran ini bertujuan untuk membentuk budaya pegawai di Provinsi Lampung agar bertanggung jawab terhadap lingkungan dengan tindakan nyata berupa pengurangan sampah plastik dan kertas, melakukan penghematan energi listrik dan air, menjaga kebersihan ruang kerja serta melakukan pengelolaan sampah perkantoran.

Dalam Surat Edaran tersebut menerangkan, jika pengurangan sampah plastik dan kertas antara lain tidak mengunakan piring dan gelas dari bahan plastik Styrofoam dan kertas sekali pakai, namun menggunakan yang terbuat dari kaca, melamin, keramik.

Kemudian, membiasakan penggunaan botol minum/tumbler, membawa reusable bag, membangun penyediaan air siap minum (water tap) di area tertentu serta mengoptimalkan paper less dengan penyebaran informasi melalui media elektronik atau menggunakan kertas secara dua sisi dan mengoptimalkan kertas bekas.

Sementara untuk penghematan energy listrik, dilakukan dengan mematikan lampu yang tidak digunakan, mencabut stop kontak, mematikan ac central pada akhir jam kerja, meningkatkan penggunaan lampu LED.

Untuk menghemat air, diimbau agar mematikan air yang tidak digunakan, meningkatkan penggunaan kran otomatis, hingga mempercepat pembuatan lubang resapan air hujan (biopori).

Untuk kebersihan ruang kerja, gubernur mengimbau agar para karyawan dilarang merokok dalam gedung kantor. Juga melakukan pemilihan sampah sebelum dibuang, membangun bank sampah. Selain itu, memperhatikan prinsip green building untuk rancangan gedung baru /renovasi. (brl)

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here