BERBAGI

Medsoslampung.co – Rratusan massa yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Lampung Utara (Lampura), mengelar aksi unjuk rasa di DPRD setempat, Senin (30/9). Mereka menuntut Presiden Joko Widodo untuk segera menerbitkan Perpu terkait KPK.

Tidak hanya itu. IMM juga mendesak DPR-RI melalui DPRD setempat untuk tidak mengesahkan RUU KUHP yang penuh kontroversial itu menjadi undang-undang.

Dihalaman kantor DPRD setempat IMM menyuarakan pernyataan sikap antara lain: mendesak Presiden RI untuk menerbitkan Perppu terkait Undang Undang KPK, mendesak Kapolri untuk menuntaskan kasus kematian Randi Kader IMM Sulawesi Tenggara yang tertembak peluru saat  aksi demontrasi, serta mendesak kepada pemerintah menuntaskan isu kemanusiaan di Papua dan Karthula di Riau dan Kalimantan.

Ketua Cabang IMM Lampura Jefri Ramdhani di lokasi aksi mengatakan, aksi ini merupakan aspirasi mahasiswa dan masyarakat secara nasional atas dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara saat ini yang dinilai jauh dari harapan. Mereka mendesak DPRD setempat segera menindaklanjuti aspirasi ini ke DPR-RI dan pemerintah pusat.

“Kami ingin aspirasi kami harus segera ditindaklanjuti oleh para Wakil Rakyat disini ke pusat. Aksi ini merupakan aspirasi rakyat banyak atas kondisi kebangsaan saat ini. Sebagai Wakil Rakyat mereka wajib mendengar dan mewujudkan apa yang menjadi keinginan rakyat,” ujar Jefri

Sementara itu, Ketua DPRD Lampura Romli berjanji segera meneruskan aspirasi mahasiswa dan masyarakat Lampura pemerintahan pusat. Karena dia pun sejatinya tidak mendukung UU KPK saat ini yang dinilai melemahkan lembaga antirasuah itu serta ikut menolak RUU KUHP yang penuh kontroversial.

“Kami akan menindaklanjuti keinginan teman-teman mahasiswa baik dalam aksi kemarin maupun hari ini. Pada prinsipnya kami mendukung aspirasi kawan-kawan mahasiswa,” kata Romli diamini Guntur Laksana yang  juga  anggota dewan setempat.

Sebelum melakukan aksi demontrasi di DPRD, massa merah marun melakukan unjuk rasa di Mapolres setempat. Mereka mendesak Kapolres untuk melakukan salat ghaib atas meninggalnya kader IMM Randy di Sulawesi Tenggara karena tertembak aparat saat melakukan unjuk rasa. Mereka juga meminta aparat Kepolisian mengedepankan jiwa pengayom bukan represif saat menghadapi unjuk rasa mahasiswa.

Pantauan di lapangan, ratusan massa IMM bertolak dari kampus Universitas Muhammadiyah Kotabumi kemudian berkummpul di bundaran Tugu Payan Mas selanjutnya melakukan demontrasi di Mapolres dan DPRD setempat. Tampak ratusan aparat Kepolisian menjaga dan mengawal jalannya aksi mahasiswa tersebut. (ysn/hel)

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here