BERBAGI

Medsoslampung.co – Aktivis prodemokrasi, PRD, dan kader PDI-P, Rakhmat Husein turut meramaikan panggung Politisi Baca Puisi di Lamban Sastra Isbedy Stiawan, Sabtu (3/8) malam.

Ia menyatakan, saat ini sedang menimang-nimang puisi yang akan dibacakannya di depan para politisi Lampung dan masyarakat pecinta sastra di daerah ini.

“Soal panggung no problem…” tegas aktivis yang biasa berada di depan sebagai orator saat demo.

Husein, panggilan akrab dia, dikenal sebagai aktivis prodemokrasi. Sejak muda ia biasa turun ke jalan menyuarakan keadilan dan demokrasi.

Husein juga kerap membaca puisi di berbagai acara seni. Puiisi pavoritnya karya Wiji Thukul, “Lawan!”

Tapi apakah ia akan kembali melantangkan puisi “Lawan” Thukul di malam panggung Laban Sastra?

“Soal puisi yang akan dibaca masih saya timang-timang. Yang pasti puisinya punya pesan-pesan khusus,” ujar dia.

Menyinggung keberadaan Lamban Sastra, Husein memberikan apresiasi yang luar biasa atas gagasan Lamban Sastra mengumpulkan banyak tokoh dalam acara baca puisi ini.

“Kehadiran banyak tokoh dari latar belakang dan bendera yang berbeda akan menjadi momentum yang hebat untuk Lampung. Karena saya akan hadir di acara tsb tentu saya akan menyiapkan sebaik-baiknya penampilan saya,” imbuhnya.

Sementara itu, Erika Novalia Sani, telah menyiapkan puisi “Krawang-Bekasi” karya Chairil Anwar.

Wakil ketua bidang Hukum, Advokasi, dan HAM DPD Partai Nasdem Kota Bandar Lampung (2016-2021), adalah pegiat seni di UKMBS Universitas Lampung semasa kuliah.

“Saya berterima kasih bisa turut hadir dan tampil di Lamban Sastra,” kata Ketua Garnita (Garda Wanita) Malahayati NasDem Kota Bandar Lampung (2016-2021).

Erika sudah menyiapkan puisi “Krawang-Bekasi” Chairil Anwar yang sangat terkenal. (brl)

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here