BERBAGI

Medsoslampung.co – Muda, berparas tampan, dan berpendidikan Nampaknya tiga hal itu cocok untuk menggambarkan sosok Heryadi Meriansyah,SH.MH Calon Kepala Desa (Kades) Papan Rejo, Kecamatan Abung Timur, Kabupaten Lampung Utara.

Diusianya yang masih muda, Ukum — sapaan akrab Heryadi Meriansyah — sudah menyelesaikan pendidikan S2 Hukum. Pendidikan ini adalah modal bagi dia untuk bisa memimpin Desa Papan Rejo ke depan agar dapat bebuat untuk kemajuan.

Heryadi maju mencalonkan diri untuk menjadi kades diawali pada Pilkades serentak tahun 2021. Ada lima calon yang saat ini mendaftar, termasuk dirinya dan alhamdulilah pemberkasan dirinya lolos untuk maju dengan nomor urut 3.

Ukum, kesibukan sehari-harinya saat ini sebagai petani membantu orang tuanya. Ia dikenal sosok pemuda yang ramah serta meyayangi orang tua. “Bagi saya, orang tua nomor satu. Karena merekalah yang telah bersusah payah membesarkan saya dan memberi pendidikan tinggi dari hasil bertani,” kata Ukum.

Berawal dari latar belakang petanilah, Ukum memberanikan diri untuk mencalokan diri menjadi kades.  Terlebih, ia melihat hampir 90% masyarakat Desa Papan Rejo profesinya sebagai petani dan berniat memajukan sektor Pendidikan dan Pertanian serta keamanan dan insfrastruktur jalan yang bagus.

“Pendidikan hukum,  akan saya terapkan jika terpilih nanti. Saya akan membuat masyarajat Desa Papan Rejo aman damai karena sadar hukum. Pencalonan diri saya dalam Pilkades tahun ini intinya sih saya ingin berbakti dan membangun desa,” ucapnya.

Heryadi menambahkan, niat baiknya tersebut tak berjalan mulus seperti yang dibayangkan. Awalnya orang tuanya sempat melarang keinginannya untuk maju mencalonkan diri menjadi kepala desa. Apalagi melihat latar belakang pendidikannya saat kuliah di Universitas jurusan Hukum.

“Saya coba yakinkan orang tua saya bahwa saya harus berbakti untuk daerah tempat saya dilahirkan. Dengan beragam masalah mulai dari pelayanan terhadap masyarakat yang kurang optimal. Jalan-jalan banyak yang rusak parah, ini menjadi kendala terutama para petani yang akan menjual hasil pertaniannya. Akhirnya, saya disetujui orang tua untuk maju,” ceritanya.

Awalnya, Heryadi sempat minder karena masih muda dan dipandang sebelah mata. Tapi ia akan terus berusaha meyakinkan masyarakat, bahwa meskipun masih muda tapi sanggup untun membuat desa maju, aman, damai kedepannya.

“Jika saya nanti yang diamanahkan masyarakat jadi pemimpin desa, yang akan jadi konsentrasi saya itu ialah soal perbaikan jalan rusak parah serta keamanan didesa serta meningkatkan sektor pertanian. Jalan yang rusak parah tentu sangat menghambat mobilisasi masyarakat dari dalam maupun akan keluar desa,” bebernya.(iin/hel)

BERBAGI