BERBAGI

Medsoslampung.co – Ibadah haji tahun ini diyakini penuh rahmat. Keyakinan itu ditandai dengan turunnya hujan untuk kali kedua jelang salat Subuh pada Selasa (6/8) sekitar pukul 04.10 Waktu Arab Saudi atau pukul 09.10 WIB.

Sehari sebelumnya (5/8), hujan juga. Kala itu,  tepat pukul 20.40 Waktu Arab Saudi atau Senin (5/8) pukul 01.40 WIB.

Saat hujan kedua jelang Subuh, sontak jutaan jamaah yang melaksanakan tawaf di Masjidil Haram berseru bertakbir mengagungkan Allah SWT. “Allahu Akbar…Allahu Akbar…Allahu Akbar,” seru jamaah tanpa dikomando.

Kejadian itu sempat membuat kaget jamaah yang sedang khusuk salat dan melaksanankan sa’i di ruangan bagian dalam Masjidil Haram (bagian beratap). Baik dari lantai dasar ataupun lantai tertinggi yang memang tidak beratap “Allahu Akbar… Allahu Akbar …,” terus menggema tanda mengucap syukur disebabkan turunnya hujan.

“Kita pun bertakbir atas karunia ini,” ucap haris seorang jemaah asal indonesia.

Aris saat itu sedang berada di lantai paling atas lokasi tawaf, sehingga ia langsung merasakan sejuknya air hujan pada waktu sebelum subuh tersebut.

Dan ia meyakini bahwa hujan itu sebagai rahmat. “Kita pun bertakbir atas karunia ini,” ucapnya.

Adapun jemaah haji asal Indonesia sebagian besar berada di Bangunan Baru 4 lantai Perluasan Masjidil Haram. Gedung ini secara otomatis diisi oleh jamaah Indonesia karena arah jamaah yang datang dari Terminal Syib Amir secara rutin dijaga oleh petugas dan dibarikade sehingga jamaah secara tidak langsung menuju gedung tersebut.

Pada Gedung Baru Masjid Haram itu sebagian besar jamaah juga mengisi lantai tertinggi untuk mereka bisa tawaf atau untuk bisa melihat Kabah. Sehingga ketika terjadinya hujan sebagian besar pengunjung di lantai 4 tersebut merupakan jamaah dari Indonesia. (roz/hel)

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here