BERBAGI

Medsoslampung.co – Gubernur terpilih Arinal Djunaidi menggelar open house di kediamannya, Jalan Sultan Agung, Bandar Lampung, selama tiga hari. Open house digelar sejak kemarin (5/6) hingga besok (7/6).

Malam ini, Arinal kedatangan sejumlah akademisi dan birokrat di kediamannya. Tak sekadar bersilahturahmi dan halal bihalal, mereka juga berdiskusi tentang pembangunan Lampung selama lima tahun ke depan. Diskusi terkait dengan keahlian masing-masing.

Salah satu yang hadir adalah mantan Rektor Universitas Lampung Sugeng P Hariyanto. Sugeng yang merupakan ahli di bidang kehutanan mengatakan bahwa dirinya sudah lama mengenal Arinal. Keduanya dekat sudah lebih dari 30 tahun.

“Dari dulu saya dan Pak Arinal muda bareng dari tahun 1981-1982, kami saling mengisi. Termasuk saat Pak Arinal menjadi kepala dinas (kehutanan) dan sekda. Jadi bagaimana nanti yang akan datang, saya bisa memberikan pemikiran tentang kehutanan. Termasuk dengan ahli-ahli yang lain,” kata Sugeng.

Pemberdayaan para akademisi sesuai dengan kompetensi ini juga mengingat bahwa Arinal tidak akan menggunakan tenaga ahli dalam pemerintahan kelak. Bahkan dengan cara ini, para ahli bisa memberikan masukan dan pemikiran melalui diskusi secara informal.

“Apalagi saya kan memang lahir di Lampung, orang Pringsewu. Tentu saya bersedia memberikan pemikiran untuk membangun Lampung. Pak Arinal juga mengatakan bahwa jangan segan-segan dalam memberi masukan sebelum beliau membuat kebijakan. Kami para ahli pun akan mengawal kebijakan tersebut,” lanjut dia.

Meskipun demikian, Para akademisi tidak akan overlapping dalam memberikan masukan. Arinal tetap akan menyusun program kerja di pemerintahan. “Jadi kami mendukung program yang baik. Kalau ada yang kurang, bisa kami perbaiki,” ucapnya.

Sementara, secara umum, Sugeng menginginkan pembantu agrowisata.

Dimana, Lampung merupakan penyangga Jakarta. Sehingga warga Jakarta tidak perlu ke Bandung yang memang pengelolaan hutan wisatanya maksimal. Sedangkan Lampung tidak kalah dalam hal kehutanan. Diantaranya Taman Hutan Raya (Tahura) Wan Abdurrahman dan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS).

“Taman nasional bisa dikembangkan Tampa merusak lingkungan,” pungkasnya. (*/rel/hel)

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here