BERBAGI

Medsoslampung.co – Gubernur Lampung Arinal Djunaidi berharap pertemuannya dengan Ketua DPD RI Lanyalla Mahmud Mataliti menjadi wadah komunikasi dan penguatan kemitraan untuk percepatan pembangunan menuju kesejahteran masyarakat.

Hal itu diungkapkan Gubernur saat menyambut rombongan DPD RI beserta rombongan di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur Provinsi Lampung, Selasa ( 10/12).

“Semoga pertemuan ini menjadi momentum bagi percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat, baik di Provinsi Lampung khususnya maupun nasional pada umumnya,” kata Gubernur Arinal.

Pada kesempatan tersebut, gubernur menyampaikan posisi Provinsi Lampung di gerbang Pulau Sumatera dan memiliki basis ekonomi di bidang pertanian dalam arti luas (seperti tanaman pangan, perkebunan, peternakan, serta kelautan dan perikanan).

“Sektor pertanian memiliki peranan penting karena 47,97% penduduk Lampung bekerja di sektor pertanian. Sektor pertanian memiliki kontribusi sebesar 30% dari total PDRB Provinsi Lampung pada tahun 2018 yang mencapai angka Rp. 333T,” jelas gubernur.

Menurut gubernur, Lampung memiliki berbagai komoditas unggulan di antaranya padi, jagung, ubi kayu, nanas, pisang, kopi, lada, kambing dan udang.

Untuk mendayagunakan semua potensi yang dimiliki itu Provinsi Lampung secara optimal berupaya mengatasi berbagai permasalahan seperti menurunkan angka kemiskinan, meningkat Indeks pembangunan manusia (IPM), meningkatkan produktifitas pertanian, pengembangan potensi wisata hinggga permasalahan keterbatasan fiskal. Provinsi Lampung juga membutuhkan sinegitas dengan semua pihak termasuk memperkuat seinergitas dan kemitraan dengan DPD RI.

“Untuk mendayagunakan potensi secara optimal dan sebagai upaya mengatasi berbagai tantangan yang di hadapi Pemprov, kita perlu membanguna kerjasama, koordinasi, integrasi, singkronisasi dan sinergitas antar jenjang pemerintahan termasuk pemerintah pusat sebagai upaya mendorong percepatan pembangunan di Provinsi Lampung,” kata gubernur.

Terkait sinergitas dengan DPD RI, gubernur menyampaikan beberapa agenda Pembangunan Provinsi Lampung yang membutuhkan sinergitas dan koordinasi yang terintegrasi dari semua stakeholder dalam pelaksanaanya di antaranya peningkatan beberpa status jalan Provinsi menjadi jalan Nasional, Pembangunan Jalan Tol khusus menuju pelabuhan panjang, pembangunan jembatan pancang, pembangunan jalan jalir dua mulai dari padang cermin hingga tanggamus, penhgembangan Bandar Udara Internasioanal Radin Inten II.

Kemudian, pengembangan Bandara Pekon Serai dan Bandara Gatot Subroto, pembangunan Kereta Api Bandara Radin Inten II – Kota Bandar Lampung dan Sky Bridge, hunffa pengolahan sampah regional terpadu dengan pengembangan pembangkit listrik berbasis sampah ( PLTSa).

Tidak hanya itu. Gubernur juga memaparkan tentang pembangunan kawasan terintegrasi pariwisata di wilayah Bakau Heni tambah Gubernur.

“Saya berharap hasil dari pertemuan ini dapat dijadikan bahan referensi dan informasi bagi DPD RI dalam menentukan kebijakan dan juga dukungan kepada kami demi kemajuan daerah dan masyarakat Lampung,” ujarnya.

Sementara itu, dalam sambutan Ketua DPD RI Lanyalla Mahmud Mataliti disebutkan tujuan kunjungan mereka adalah menyerap aspirasi dan mengetahui perkembangan daerah sesuai dengan visi pemerintah Provinsi Lampung Rakyat Lampung Berjaya.

“Presiden Jokowi menekankan tiga hal penting yang harus diperhatikan, yaitu mendorong peningkatan investasi, mendukung pertumbuhan ekonomi, dan pertambahan lapangan kerja,” kata Lanyalla.

Pertemuan ini juga dihadiri Wakil Ketua Komite II DPD RI Bustami Zainuddin, Ketua DPRD Provinsi Lampung Mingrum Gumay sejumlah Pejabat eselon II di lingkungan Pemerintah Provinsi Lmapung, Forkompimda, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung, Rektor UBL dan Kepala OJK Provinsi Lampung. (brl)

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here