BERBAGI
Gubernur Lampung Arinal Djunaidi saat coffee morning di Golden Bistro Graha Wangsa, Rabu (4/9). Foto Biro Humas dan Protokol Pemprov Lampung.

Medsoslampung.co – Gubernur Lampung Arinal Djunaidi terus berupaya agar kopi Lampung kembali berjaya, dan petani kopi sejahtera. Yakni dengan mengembangkan produksi kopi mencapai 4 ton per hektar.

“Saya sangat berkomitmen dalam menyejahterakan petani kopi Lampung. Untuk itu, saya akan mengembangkan kopi Lampung, yang mana biasanya produksi kopi berkisar 0,7 ton/hektar, ke depannya akan menjadi 4 ton/hektar,” ujar Gubernur Lampung Arinal Djunaidi dalam acara coffee morning antara eksportir, pengolah dan petani kopi Provinsi Lampung, di Golden Bistro Graha Wangsa, Kota Bandar Lampung, Rabu (4/9).

Gubernur Arinal menjelaskan bahwa produksi kopi Indonesia, khususnya di Lampung dapat mengalahkan produksi kopi vietnam.

“Beberapa tahun yang lalu, Negara Vietnam itu belajar tentang kopi di Lampung. Kemudian mereka mengembangkan kopi dan sekarang bisa menghasilkan kopi 7 ton per hektar. Oleh karena itu, saya akan mulai mengembangkan bibit kopi Lampung menjadi 4 ton per hektar,” jelas Gubernur Arinal.

Bibit kopi tersebut, jelas Gubernur Arinal, tidak harus ditanam di kawasan hutan, tetapi dapat ditanam dengan memanfaatkan lahan sendiri. “Insya Allah kopi kita nanti bisa berada di kawasan hutan rakyat, sehingga bisa diterapkan penggunaan teknologinya,” jelasnya.

Gubernur Arinal juga menekankan agar para petani kopi melakukan pemetikan biji kopi yang berwarna merah.

“Selama ini pemetikan biji kopi hijau sekitar 60 persen, biji merah 35 persen, dan sisanya biji kopi hitam. Ke depan, para petani harus melakukan petik biji kopi merah, dan pengusaha juga harus mengambil kopi biji merah bukan yang hijau,” harap gubernur.

Hal ini mengingat harga kualitas kopi biji merah yang mencapai kisaran Rp. 200.000,- per kilogram. Sedangkan sedangkan biji kopi hijau hanya berkisar Rp. 19.000,- per kilogram.

“Tentunya hal ini juga harus didukung oleh stakeholder terkait, agar petani dapat melakukan petik biji kopi merah yang juga berpengaruh terhadap meningkatnya kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu juga, Gubernur Lampung Arinal Djunaidi mengukuhkan masyarakat indikasi geografis kopi robusta Lampung. Pengukuhan tersebut berdasarkan surat keputusan Gubernur Lampung Nomor : G/632/B.04/HK/2019 tentang penetapan Pengukuhan Masyarakat Indikasi Geografis Kopi Robusta Lampung (MIG-KRL). (brl)

 

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here