BERBAGI
Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemprov Lampung Taufik Hidayat mewakili Gubernur Lampung Arinal Djunaidi membuka Sosialisasi Permendagri Nomor 33 Tahun 2019.

Medsoslampung.co – Gubernur Lampung Arinal Djunaidi meminta pemerintah provinsi dan kabupaten/kota untuk mengeluarkan kebijakan anggaran melalui pendekatan money follow program.

Dengan pendekatan tersebut, pemerintah daerah hanya mengalokasikan anggaran terhadap program yang benar-benar bermanfaat dan memberikan dampak langsung kepada masyarakat. Tidak lagi dibagi secara merata kepada setiap tugas dan fungsi (money follow function).

Demikian disampaikan gubernur melalui Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemprov Lampung Taufik Hidayat, saat membuka Sosialisasi Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 33 Tahun 2019 tentang Pedoman Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2019, di Ruang Abung, Balai Keratun, Senin (1/7).

“Ubah minset money follow function dan money follow organization menjadi money follow program,” kata Taufik membacakan sambutan tertulis gubernur.

Dia menerangkan, ada beberapa poin berdasarkan Permendagri 33/2019, yang perlu menjadi perhatian.

Pertama, menyikronkan kegiatan yang ditetapkan dalam APBD sesuai program nasional yang fokus lima prioritas pembangunan nasional.

“Yakni, pembangunan manusia dan pengentasan kemiskinan, infrastruktur dan pemerataan wilayah, peningkatan ekonomi pemantapan enegeri pangan dan sumber daya air dan stabilitas keamanan nasional,” jelas dia.

Kedua, menyikronkan penyusunan APBD dengan peraturan pemerintah terbaru. Penyusunan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) berpedoman dengan RKPD Tahun 2020 dan prioritas pembangunan nasional I dalam RKP Tahun 2020.

Juga pastikan anggaran yang telah didedikasikan untuk masyarakat benar-benar efisien.

“Jaga dengan penuh integritas sehingga berjalan efisen,” pungkasnya. (hms/hel)

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here