BERBAGI
Gubernur Lampung Arinal Djunaidi rapat khusus dengan Menteri PPN/Bappenas Bambang Brojonegoro di Kota Medan, Sumatera Utara, Rabu (13/8). Foto Biro Humas dan Protokol Pemprov Lampung.

Medsoslampung.co – Provinsi Lampung memiliki posisi strategis sebagai pintu gerbang Pulau Sumatera. Posisi itu memberikan konsekuensi beban transportasi tinggi.

Karenanya, Gubernur Lampung Arinal Djunaidi mengusulkan peningkatan konektivitas transportasi kereta api (KA) dengan terminal tipe A Rajabasa, Kota Bandar Lampung, dan Bandar Udara (Bandara) Internasional Raden Intan II, Natar, Kabupaten Lampung Selatan.

Peningkatan konektivitas tersebut harus diikuti pengambangan Terminal Rajabasa, dan Bandara Raden Intan II. Termasuk fasilitas standar bandara.

“Peningkatan konektivitas transportasi kereta api tersebut dengan pembangunan (jalur) kereta api Bandara Raden Intan II ke Kota Bandar Lampung,” jelas Gubernur Arinal pada Konsultasi Regional (Konreg) RPJMD Provinsi Lampung 2019-2024 dengan RPJMN 2020-2024 di Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara, Selasa (13/8).

Bukan cuma itu. Konentivitas ini harus didukung dengan pembangunan Longcut Tegineneng-Tarahan, pembangunan doubletrack ruas batas Sumatera Selatan-Giham dan Kotabumi-Tarahan, pembangunan jalur KA Tarahan-Pelabuhan Bakauhenni, serta reaktivasi jalur KA ke Pelabuhan Panjang.

“Reaktivasi jalur kereta api ke Pelabuhan Panjang guna mendukung konektivitas Pelabuhan Panjang sebagai pelabuhan internasional pada sistem angkutan kereta api,” jelasnya. (brl)

 

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here