BERBAGI

Medsoslampung.co – Gubernur Lampung Arinal Djunaidi menegaskan dalam membangun Lampung Berjaya, perlu adanya kebersamaan. Karenanya, gubernur mengajak memanfaatkan momen Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, untuk bersatu bersama dan kerja nyata.

“Jangan ada dusta diantara kita,” ucap gubernur dilanjutkan dengan menyanyikan lagu yang dipopulerkan oleh Bruri Marantika itu, saat silaturahim dengan sejumlah tokoh Lampung¬† di Woodstairs Cafe Kota Bandar Lampung, Sabtu (17/8) malam.

Dalam kesempatan itu, insan pers memberikan masukan agar ada pertemuan rutin untuk membedah persoalan-persoalan kekinian di Provinsi Lampung. Ini juga merupakan upaya membangun persepsi bersama dalam mewujudkan Rakyat Lampung Berjaya.

Komisioner Bawaslu Lampung Iskardo mengapresiasi langkah Gubernur Arinal membangun kebersamaan. “Bersama kita bisa. Seperti pepatah; bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh,” ucapnya.

Iskardo sekaligus mengakui juga Gubernur Arinal sangat hebat. “Nyaris setiap hari ada ide-ide baru untuk pembenahan dan pembangunan Lampung,”¬† lanjut Iskardo.

Menanggapinya, Gubernur Arinal membenarkan masukan Iskardo. “Saya berpikirnya memang seperti itu. Jangan separo. Kekuatan itu ada kalau kita bersatu, kita bersama,” ujar gubernur.

Terkait adanya pertemuan rutin memaparkan progres pembangunan, Gubernur Arinal juga sepakat. Hanya, gubernur meminta waktu sampai ia benar-benar telah menata organisasi perangkat daerah (OPD) di Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung.

“Setelah OPD tertata dengan baik, maka pejabat eselon II atau para kepala dinas dan badan harus memberikan paparan kepada media. Kita akan adakan coffee morning,” jelas gubernur.

Sebenarnya, pada pertemuan dengan pemimpin redaksi beberapa lalu, Gubernur Arinal menyebutkan telah memberitahukan agar media tidak menghasilkan karya yang kontradiktif.

“Saya paham, selama ini media mengejar, mencari, dan menemukan. Tapi (media) tidak melihat bagamana membentuk, sehingga dari awal ketika ia tidak mendapatkan informasi yang untuh maka yang tersampaikan juga tidak baik,” kata gubernur.

Gubernur mencontohkan soal kopi dan singkong. “Yang terjadi di media, malah ribut-ributnya. (Berbagai pihak) saling menyalahkan. Seharusnya, yang dicari itu akar persoalan dan ada penyelesaian masalah,” ujar gubernur. (hel)

.

 

 

 

 

 

 

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here