BERBAGI

Medsoslampung.co – Ketua Presidium Komisi Pemantau Keuangan dan Anggaran Daerah (KPKAD) Lampung Gindha Ansyori Wayka mengritisi operasi tangkap tangan (OTT) oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung.

Sebabnya adalah tersangka Plt. Kasubbag Umum Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Lampung Jamal Muhammad Nasir tidak ditahan.

Belum lagi, proses pemeriksaan yang terkesan tertutup dan lama dalam proses mengumumkan tersangka.

”Tersangka OTT yang wajib lapor, tidak ditahan. Ada kesan kalau OTT ini yang penting Kejati Lampung ada kerjaan,” katanya dilansir medinaslampungnews.co.id, Senin (19/8).

Hal tersebut justru mencoreng citra Kejati Lampung. Bahkan, pelayanan dan penegakan  hukum di Lampung dicap tidak profesional.

“Untuk apa OTT kalau pelayanan penegakan hukumnya masih sama dengan perkara biasa,” ujar Gindha.

Karena itu, tidak heran mengapa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tetap layak untuk dipertahankan.

“Kejaksaan Tinggi harusnya malu kepada KPK. Mana ada OTT KPK yang dilepas kalau statusnya tersangka, kecuali saksi,” tambahnya

Sebelumnya diberitakan, Kejati Lampung  menetapkan status oknum pejabat Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Lampung, sebagai tersangka.

Hal tersebut disampaikan oleh Asisten Pidana Khusus (Pidsus) Andi Suharlis pada Sabtu (17/8).  Dia menyebutkan OTT pada Jumat (16/8), meringkus Plt. Kasubbag Umum Kesbangpol Jamal Muhammad Nasir. Ia kemudian ditetapkan sebagai tersangka pada Sabtu. (mdn/hel)

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here