BERBAGI

Medsoslampung.co – Dugaan penyalahgunaan Dana Desa Taman Sari, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran, terus menggelinding. Kini giliran Paguyuban Reformasi Aktif Masyarakat Umum Keluarga Tani Indonesia (Pramukti) menyoroti proyekrabat beton tahun 2018 itu.

Ketua Pramukti Maryadi inginkan Kepala Desa Taman Sari Hendri Dunan segera diaudit. ‘Harus segera diaudit. Jadi kita tau keadaan sebenarnya,” ujar Maryadi, Minggu, (16/6).

Maryadi mengatakan, memang masyarakat perlu melaporkan kepala desa Hendri Dunan ke pihak pengawas dan aparat penegak hukum.

“Sesuai dengan aturan yang baru kan mesti ada laporan dari masyarakat, baru kemudian pihak pengawas seperti inspektorat bisa melakukan pemeriksaan,” jelas Maryadi.

“Sebab itu, masyarakat mesti berani melaporkan segala bentuk dugaan kecurangan yang dilakukan oleh kepala desa mereka,” tutupnya.

Sebelumnya, tokoh masyarakat dan tokoh Pers Kabupaten Pesawaran Erlan Syofandi menyikapi dugaan penyalahgunaan anggaran DD oleh Kepala Desa (Kades) Taman Sari Hendri Dunan. Seharusnya, dugaan itu harus diproses ke ranah hukum.

“Kita minta setiap ada dugaan pelanggaran harus dibawa ke ranah hukum, dan harus dituntaskan. Jangan sampai tidak selesai perkara tersebut!” tegas Erland, Jum’at (14/6).

Ketua BPD Desa Taman Sari Heri Rusdiyanto mengungkapkan telah memperingatkan kepala desa terkait buruknya kualitas pengerjaan pembangunan rabat beton di dusun satu Desa Taman Sari. Hanya, kepala desa Taman Sari Hendri Dunan tidak pernah menggubrisnya. Bahkan untuk setiap kebijakan yang dilaksanakan Heri mengaku BPD tidak pernah dilibatkan.

Kepala Desa Taman Sari Hendri Dunan justru terkesan menyalahkan warga. “Ya itu anggaran tahun 2018. Kalau yang rusak, Itu karena masih basah sudah digiling mobil. Jadi batunya kelihatan. Apalagi pas buat itu musim panas, airnya susah,” ujarnya, Selasa (11/6). (ram/snd/hel)

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here