BERBAGI

Messoslampung.co –¬† Wakil Gubernur (Wagub) Lampung Chusnunia Chalim mengingatkan Dinas Sosial untuk memahami 33 janji kerjanya bersama Gubernur Arinal Djunaidi. Dalam janji kerja itu, ada peningkatan produktivitas warga masyarakat melalui Gerakan Malu Menganggur dengan menggelorakan Ayo Produktif.

Menurut wagub, gerakan ini sebagai upaya untuk menanggulangi kemiskinan di Provinsi Lampung.

“Ayo produktif ini bagian dari gerakan malu mengganggur. Dinas lain bisa menyokong gerakan ini. Seperti Dinas Sosial dan
Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi. Program namanya apa, silahkan sesuai dengan Dinas Sosial,” ujar Nunik, sapaan akrab wagub saat¬†menerima presentasi dari Dinas Sosial Provinsi Lampung, di Ruang Kerja Wagub, Selasa (15/10).

Nunik dalam kesempatan iti juga menekankan dalam upaya membantu keluarga pasien miskin di Rumah Sakit baik di Provinsi Lampung maupun Jakarta, untuk memfasilitasi kebutuhan Rumah Singgah.

“Fakta dilapangan ada kebutuhan untuk rumah singgah, tolong secara peraturan perundang-undangan alokasi untuk rumah singgah ini yang memang benar-benar dari tangan pemerintah. Walapun memang sudah kita lakukan tetapi itu melalui komunitas. Rumah singgah ini untuk warga miskin yang menunggu pasien miskin dirawat,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Provinsi Lampung, Sumarju Saeni mengatakan ada beberapa rencana strategis yang dilakukan Dinas Sosial yang dituangkan dalam berbagai program.

Disebutkan Sumarju, seperti program pemberdayaan fakir miskin, Komunitas Adat Terpencil (KAT) dan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) lainnya.

“Program itu kami melakukan peningkatan kemampuan petugas dan pendamping sosial pemberdayaan fakir miskin perdesaan, perkotaan dan di pesisir pulau-pulau kecil dan daerah terpecil,” ujar Sumarju.

Selain itu, masih kata Sumarju, program lainnya seperti program pelayanan dan rehabilitasi kesejahteraan sosial, program pemberdayaan kelembagaan kesejahteraan sosial dan program perlindungan dan jaminan sosial.

“Kita juga melakukan inovasi dengan Gerakan Ayo Kuliah bagi siswa dari anak keluarga penerima manfaat PKH di Provinsi Lampung, melakukan pengembangan kerjasama dengan organisasi internasional untuk mendapatkan bantuan kebutuhan alat bantu disabilitas, melakukan pencegahan secara primer, sekunder, dan tersier terhadap masyarakat dan pemuda rawan Napza (Narkotika) dengan bekerjasama dengan Insitusi Penerima Wajib Lapor (IPWL) dengan Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) untuk rehabilitasi Napza,” jelasnya. (brl)

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here