BERBAGI

Medsoslampung.co – Semarak Pesawaran 2019 mengalami penurunan pengunjung dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, hal itu membuat beberapa pedagang mengeluhkan turunnya omzet penjualan mereka.

Seperti yang diungkapkan Wini, pedagang es krim asal Lampung Timur, pada saat malam penutupan Semarak Pesawaran 2019.

“Ya sepi mas, makin hari makin sepi aja,” ungkapnya, Rabu malam (31/7).

Wini menuturkan, sejak hari pertama hingga hari penutupan omzet dagangannya selalu mengalami penurunan. Belum lagi dirinya harus membayar sejumlah uang sewa yang dibayarkan melalui pihak ketiga.

“Ramainya cuma pas ada artis aja mas, selepas itu ya sepi begini, permalam paling cuma dapat 500 ribu, itu pun omzet mas, masih kotor,” kata dia.

“Belum lagi bayar sewa permalam saya bayar 200 ribu ke EO (event organizer), ya masih untung enggak rugi mas, itu aja udah cukup,” tutupnya.

Hal senada diungkapkan pedagang sepatu yang ada disana. “Ya dibandingkan tahun kemarin sih mas memang tahun ini lebih sepi,” ungkapnya.

“Penurunan omzet sih jelas ada mas, permalam paling omzet cuma satu juta, itu pun dipotong sama sewa 400 ribu,” ujar dia.

Sebelumnya, Ketua Komisi I Yusak sempat mengkritisi dan kecewa dalam gelaran Gebyar Pesawaran Helau 2019.

“Kami juga sangat kecewa, kenapa bisa seperti itu, untuk acara ulang tahun ke-12, itu kan sudah kami ketuk palu dari anggaran APBD murni yang telah di bahas tahun lalu, seharusnya sudah ada perhitungan baik anggaran maupun personilnya,” kata Yusak ketika dikonfirmasi melalui telpon seluler, Rabu (31/7/19).

Ditambahkan, jika Kominfo mengeluarkan anggaran sesuai yang dianggarkan diyakininya acara akan berjalan dengan baik.

“Kominfo mau beralasan apa, semua sudah kami anggarkan dan ada perhitungan tentang bagaimana mengerjakan acara dan berapa jumlah orang yang diperlukan, artinya Kominfo tidak profesional dalam mengemban tugas,” tambahnya.

“Kalau kerjanya seperti ini, pelaksanaan HUT Pesawaran di tahun 2020 akan kami evaluasi anggarannya agar bisa dilangsungkan lebih baik tidak semerawut seperti sekarang,” timpalnya. (snd/ram/hel)

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here