BERBAGI
Menko Polhukam Wiranto menerima rombongan pengurus PWI Pusat yang dipimpin Ketua Umum PWI Atal S. Depari di kantornya, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (5/8). Atal S. Depari dkk melaporkan rencana pelaksanaan peringatan HPN 2020 di Papua.

Medsoslampung.co – Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto mendukung pelaksanaan Hari Pers Nasional (HPN) Papua Tahun 2020. Bahkan, Pemerintah siap mengerahkan armada TNI Angkatan Udara (AU) untuk mengangkut rombongan PWI seluruh provinsi.

Namun demikian, Wiranto meminta agar pengurus pusat PWI segera menyampaikan klausul konkret terkait sejumlah kegiatan yang akan dilaksanakan di wilayah paling timur Indonesia tersebut.

“Kami sangat sangat mendukung secara penuh peringatan HPN 2020 yang berlokasi di Papua. Silakan saja nanti disampaikan agenda kegiatan apa saja. Sekali lagi, pemerintah sangat mendukung,” ucap Wiranto saat menerima audiensi Ketum PWI Atal S. Depari dan rombongan di Kantor Kemenko Polhukam di Jalan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (5/8).

Selain Ketum PWI, hadir pada audiensi Sekjen PWI Mirza Zuhaldi dan anggota Dewan Kehormatan PWI Peter F. Gontha.

Sementara, Wiranto didampingi sejumlah pejabat Kemenko Polhukam seperti Deputi Bidang Koordinasi Politik Dalam Negeri Mayjen. TNI Wawan Kustia, Wandan Deputi Bidang Koordinasi Politik Luar Ngeri Lutfi Rauf.

Dikatakan, pelaksanaan HPN 2020 juga sejalan dengan program pemerintah yang saat ini secara gencar membangun tanah Papua. Sejumlah infrastruktur, seperti Trans Papua telah dibangun di era Presiden Joko Widodo.

“Peringatan HPN 2020 tentu akan dihadiri sejumlah wartawan baik dari dalam maupun luar negeri. Biar mereka melihat langsung kondisi Papua yang saat ini jauh lebih maju dan memberitakannya. Dengan demikian, imej negatif Papua yang dibangun kelompok tertentu akan kita bantah dengan realitas di lapangan,” kata Wiranto.

Wiranto menambahkan, selama ini ada kelompok tertentu di Papua, termasuk kelompok di bawah pimpinan Benny Wenda, menyuarakan Papua merdeka. Ada empat isu yang mereka angkat. Yaitu,  batalkan penentuan pendapat rakyat (Pepera) Tahun 1969, terus mendorong adanya pelanggaran HAM berat di Papua, menyuarakan adanya ketidakadilan di Papua, dan menyuarakan adanya perbedaan ras antara warga Indonesia dari Papua dan warga Indonesia dari luar Papua.

“Suara-suara itu jelas tidak benar. Karena itu, untuk membantah imej negatif yang mereka sampaikan, maka kita counter dengan cara menunjukan realitas di lapangan kepada dunia,” ucap Wiranto.

Sementara itu, Ketua Umum PWI/Penanggung Jawab HPN 2020 Atal S. Depari menyatakan bahwa pertimbangan Papua menjadi tuan rumah karena keinginan para insan pers untuk berkontribusi lebih besar kepada pembangunan didaerah.

“Peringatan HPN selama ini tak sekadar sebagai acara seremoni peringatan ulang tahun pers, tetapi lebih penting adalah bagaimana kita berkontribusi lebih besar kepada kesejahteraan rakyat dan persatuan Indonesia,” ujar Bang Atal, sapaan akrab Ketum PWI.

Bang Atal juga berjanji mengundang wartawan asing, terutama dari kawasan Asia Pasifik untuk bisa menghadiri HPN dan melihat perkembangan Papua secara langsung.

“Kami ingin menunjukkan secara langsung ke dunia luar kondisi sebenarnya di tanah Papua.
Papua tidaklah seperti yangdigambarkan kelompok yang ingin merdeka selama ini. Papua saat ini sudah terbuka,” kata Atal.

Pada kesempatan itu, Bang Atal juga menyampaikan sudah beberapa kali berkunjung ke Papua. Ia sudah masuk ke sejumlah kabupaten/kota dan mendapatkan informasi langsung dari lapangan terkait kemajuan Papua. (brl)

 

 

 

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here