BERBAGI

Medsoslampung.co  – Pemberitaan dugaan penganiayaan yang dituduhkan kepada Sutrisna, Kepala Desa Mada Jaya, Kecamatan Way Khilau, Kabupaten Pesawaran, sangat marak.

Wakil Ketua Bidang Pembelaan Wartawan, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Lampung Juniardi ingatkan wartawan, beretika dalam penulisan berita.

Juniardi mengatakan dalam penulisan berita wartawan tidak boleh bersifat tendensius dan juga menghakimi.

“Memang perlu dipahami etika dasar dalam menerbitkan suatu tulisan, semua itu harus dimiliki setiap wartawan agar tidak ada yang merasa dirugikan dari tulisan kita,” ucap Juniardi melalui sambungan telepon. Selasa, (20/8)

Juniardi mengatakan, sebagai wartawan hendaklah dibekali kemampuan serta pemahaman akan membaca situasi dan juga kondisi. Jangan mudah terbawa oleh kepentingan beberapa kelompok yang ingin mendompleng.

“Ya itu lah pentingnya UKW (Uji Kompetensi Wartawan-red), dengan begitu kita paham mana wartawan yang memang benar-benar memiliki kompetensi atau hanya sebatas wartawan abal-abal,” ujar Juniardi.

“Jadi kita juga harus paham, harus bisa baca situasi jangan sampai ada pihak yang sengaja memanfaatkan tulisan kita,” tambahnya.

Selain itu Juniardi yang juga sebagai Pimpinan Redaksi Sinarlampung.com tersebut menjelaskan agar wartawan tidak bersifat tendensius dan dapat memposisikan diri sebagai pewarta yang sifatnya hanya menyajikan berita.

“Gak boleh kalau tendensius, apalagi kalau sampai kita memojokkan salah satu pihak, harus diingat tugas kita hanya memberitakan tidak boleh menghakimi (judge), biarkan sudah ada pos masing-masing masalah benar atau salah bukan perkara wartawan,” jelasnya.

“Apalagi bila sudah sampai pendorongan opini, itu sudah termasuk tindak kejahatan syber, trial by press bahasanya. Kalau anggota PWI yang melakukan seperti itu, kartu UKW-nya kita copot dan kita keluarkan dari keanggotaan, selain itu perusahaannya juga bisa dituntut,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan salah satu Tokoh Masyarakat Kabupaten Pesawaran Erland Syofandi soroti perkara hukum yang menyangkut Kepala Desa Mada Jaya Kecamatan Way Khilau, Sutrisna yang diduga melakukan penganiayaan terhadap anak dibawah umur.

“Saya yakin Aparat Kepolisian pasti bertindak profesional dalam menyikapi setiap perkara yang di laporkan oleh setiap warga masyarakat, hukum kita pun menganut asas praduga tidak bersalah, jadi percayakan saja kepada pihak kepolisian,” ucap Erland. Senin, (19/8).

Erland mengatakan biarkan aparat kepolisian menjalankan tugasnya, jangan ada intervensi dari pihak manapun.

“Sudah berikan kesempatan kepada kepolisian untuk bekerja, kita cukup jadi pemantau aja, jangan ada intervensi, karena memang tidak ada juga yang bisa mengintervensi aparat penegak hukum,” ujarnya.

Selain itu Erland juga mengatakan agar rekan-rekan media yang ada di Pesawaran dapat menempatkan diri sesuai dengan posisi yang semestinya, jangan ada upaya-upaya pendorongan opini.

“Ya media itu mestinya profesional, jangan ada yang seolah-olah melakukan pendorongan opini, kades juga kan punya warga jadi cukuplah kita jangan memperkeruh suasana, lagian juga warga disana adem ayem kok justru malah kita yang sibuk,” pungkasnya. (snd/ram/hel)

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here