BERBAGI

Medsoslampung.co – Dinas Pertanian dan Pertenakan (Dispernak) Lampung Utara (Lampura) akan menyiapkan tim untuk memeriksa kesehatan hewan ternak terutama hewan yang diperjual-belikan sebagai qurban di hari Idul Adha.

Kepala Dispernak Lampura Sofyan mengatakan, pihaknya dalam waktu dekan akan menugaskan tim untuk memeriksa kesehatan hewan di sentra-sentra pertenakan yang ada di Lampura.

“Ya kita akan menugaskan bidang perternakan agar menyiapkan tim yang terdiri dari dokter hewan dan medis yang melakukan pengecekan hewan ternak di beberapa titik sentra ternak seperti Semuli dan sebagainya,” ujar Sofyan di ruang kerjanya, Kamis (25/7).

Khusus menghadapi hari raya qurban, kata dia, pihaknya melakukan penyisiran pada tempat-tempat penjualan hewan qurban yang ada di Lampura. Disana akan dilakukan pemeriksaan kesehatan hewan.

“H-7 Tim kita turun menyisir tempat-tempat penjualan hewan qurban. Hasil pemeriksaan hewan qurban tersebut akan diberikan kartu sehat bagi hewan yang sehat dan sebaliknya tidak sehat bagi hewan yang tidak sehat. Khusus yang tidak sehat akan kita himbau supaya tidak dijual karena ini menyangkut ibadah bukan bisnis semata,” terang Sofyan yang juga menjabat sebagai Pj. Sekkab Lampura.

Terkait kelangkaan pupuk bersubsidi di Lampura saat ini. Sofyan menjelaskan bahwa yang sebenarnya terjadi adalah minimnya quota pupuk bersubsidi yang diterima pemkab Lampura. “Karena alokasinya terbatas hanya 30 persen dari kebutuhan. Makanya pupuk bersubsidi langka,” tuturnya

Jumlah alokasi pupuk bersubsidi di Lampura sendiri tergantung dari alokasi pemerintah provinsi. Alokasi pemerintah provin pun tergantung dari alokasi pusat.

“Pusat mengalokasikan ke provinsi. Kemudian provinsi akan mengalokasikannya ke seluruh pemerintah kabupaten/kota dan dialnjutkan lagi oleh kabupaten ke seluruh kecamatan yang ada,” kata dia.

Menurutnya, karena alokasi pupuk bersubsidi terbatas makanya membauat pupuk tersebut langka di pasaran. Sedangkan untuk pupuk non subsidi tidaklah langka. “Harapan kita karena alokasi pupuk bersubsidi terbatas. Untuk petani yang mampu bisa beralih ke pupuk non subsidi,” harap Sofyan. (ysn/hel)

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here