BERBAGI
Fajrun Najah Ahmad di Mapolresta Bandar Lampung, Senin (23/9).

Medsoslampung.co – Penyidik Polresta Bandar Lampung menjemput paksa Fajrun Najah Ahmad alias Fajar, Minggu (22/9). Langkah tersebut dilakukan karena politisi Partai Demokrat itu dua kali mangkir dari panggilan penyidik terkait dugaan penipuan dan penggelapan uang senilai Rp2,7 miliar.

Hingga Senin (23/9), siang,  Fajar masih menjalani pemeriksaan. Ia diperiksa sebagai tersangka.

Kasat Reskrim Polresta Bandar Lampung Kompol. Rosef Effendi mengatakan, masih melakukan pemeriksaan mendalam terhadap politisi Partai Demokrat tersebut.

“Kita masih melakukan pendalaman karena laporan terhadap pak Fajar ini lebih dari satu,” ujar Rossef saat dihubungi, Senin (23/9).

Saat ditanya kemungkinan dilakukan penahanan terhadap Fajar, Rosef mengatakan dirinya belum bisa menjawab lantaran pihaknya masih melakukan pendalaman.

“Laporannya kan banyak, makanya masih didalami dulu seperti apa. Baru nanti kita tentukan langkah untuk perlu dilakukan penahanan atau tidak,” kata Rosef.

Disinggung terkait adanya informasi bahwa Ketua Partai Demokrat yang juga Mantan Gubernur Lampung M. Ridho Ficardo juga turut dipanggil untuk diperiksa terkait perkara ini, Rosef tidak menjawab. (mmt/niz)

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here