BERBAGI

PESAWARAN-Pjs. Gubernur Lampung Didik Suprayitno menyampaikan posisi strategis kemaritiman Lampung pada serah terima jabatan (Seritjab) Komandan Brigade Infanteri (Brigif) – 3 Marinir Piabung, Padang Cermin, Pesawaran, Jumat (23/3).
Didik mengatakan Provinsi Lampung kaya akan potensi bahari.

Secara keseluruhan, Bumi Ruwa Jurai memiliki luas wilayah 51.991 Km2. Terdiri dari daratan seluas 35.288,35 Km2. Sedangkan sisanya 16.702,65 Km2 merupakan perairan dengan panjang garis pantai 1.105 Km2 dan jumlah pulau besar dan kecil 169 buah.

Mengingat begitu strategisnya Provinsi Lampung, maka Pemerintah Provinsi Lampung bersama-sama pemerintah kabupaten meningkatkan pembangunan di berbagai sektor. Tentunya diperlukan dukungan dan peran aktif aktif semua pihak, tanpa terkecuali Brigif – 3 Marinir.

“Alhamdulillah, peran aktif Brigif – 3 Marinir saat ini sangat membantu. Hal ini terbukti dari tidak adanya gangguan maupun ancaman yang mengganggu stabilitas keamanan perairan di Provinsi Lampung,” katanya.

Dengan dukungan dan partisipasi Brigif – Marinir, ucap Didik, pembangunan Provinsi Lampung saat ini berjalan sangat dinamis. Diikuti dengan kemajuan setiap lintas sektoral pembangunan.

“Hal ini ditunjang dengan sumber daya manusia dan sumber daya alam yang memadai, potensial serta kompetitif, turut menjadikan Lampung sebagai Provinsi yang selalu bergerak maju dalam roda pembangunan, yang bisa dilihat dari berbagai indikator,” ujarnya.

Indikator tersebut, papar Didik, yakni peningkatan Indeks Daya saing Provinsi Lampung naik menjadi peringkat ke-11 nasional dari sebelumnya peringkat ke-18 dan 14. Penurunan angka kemiskinan dari 14,35 tahun 2015 menjadi 13,04 tahun 2017, dan Peningkatan IPM dari 66,42 tahun 2014 menjadi 67,65 tahun 2016.

Selain itu, pertumbuhan ekonomi selalu diatas 5 % dan selalu di atas rata-rata nasional. Sedangkan laju inflasi yang terkendali dari 4,65 tahun 2015 menjadi 3,02 tahun 2017.

Sementara itu, Mayjen (Mar) Bambang Suswanto menyebutkan bahwa keberadaan Brigif – 3 Marinir memiliki nilai yang strategis. Selain sebagai kekuatan militer terbesar di Lampung yang berhadapan langsung dengan Selat Sunda yang merupakan jalur pelayaran internasional, juga berperan sebagai satuan ujung tombak terdepan didaerah perbatasan yaitu di Selat Malaka dan Selat Singapura.

“Sehingga diharapkan kehadiran Brigif – 3 Marinir dapat memberikan efek tangkal pada pihak-pihak yang mempunyai niat untuk merongrong kedaulatan dan wibawa NKRI,” ujarnya.

Selain dari tugas tersebut, lanjut Bambang, Brigif – 3 Marinir berkewajiban untuk melaksanakan operasi militer selain perang. Baik dalam menunjang stabilitas keamanan nasional, bantuan-bantuan kemanusiaan, serta melaksanakan pembinaan potensi maritim melalui kegiatan kemasyarakatan dan bakti sosial khususnya bagi masyarakat pesisir yang berada diwilayahnya, baik yang ada di Lampung termasuk juga yang ada di wilayah Pesisir Timur, Sumatera Utara, dan Batam.

“Seluruh jajaran Brigif – 3 Marinir agar selalu meningkatkan kesiapsiagaan operasional, agar mampu mengantisipasi segala kemungkinan timbulnya ancaman yang sewaktu-waktu dapat terjadi serta tetap memelihara dan meningkatkan kemampuan profesionalisme prajurit melalui penyelenggaraan latihan yang dilaksanakan secara bertingkat, dan berlanjut dengan tetap berpedoman pada prosedur di tim pembinaan latihan di Korps Marinir,” katanya. (rls/niz)

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here