BERBAGI

Medsoslampung.co – Ketua Dewan Pers M. Nuh mendorong media di tanah air memiliki fungsi dan peran mencerahkan sekaligus memberdayakan masyarakat. Tidak seperti selama ini, banyak media justru menjadi penyebar hoax hingga menimbulkan keresahan.

Kata Nuh, Dewan Pers ingin mendorong media memperkuat fungsi edukasi publik. Fungsi edukasi tersebut harus ditujukan pada masyarakat. Karena, menurutnya ketika masyarakat sudah tercerahkan maka sensor diri secara otomatis akan terbentuk.

“Ketika masyarakat semakin cerdas dan dewasa, mereka tahu berita yang tidak beres, dia sudah punya self sensoring secara mandiri,” ucapnya.

Kemudian, seharusnya menurut Mantan Menteri Pendidikan Nasional ini bahwa peran media harus bisa menjadi empowering atau memberdayakan. Jadi media harus memperkuat peran-peran di masyarakat, bukan malah sebaliknya. Selain juga memperkuat hubungan antar masyarakat.

“Jadi, media harus memperkuat resources yang ada di masyarakat dan negara juga memperkuat hubungan antar masyarakat,” jelasnya.

Nuh menambahkan, ingin memperkuat fungsi pencerahan kepada masyarakat. Karena saat ini banyak informasi bohong alias hoax yang berseliweran di tengah masyarakat. Ia pun meminta media menjadi pencerah informasi tersebut dengan menitikberatkan pada aspek verifikasi.

“Ketika banyak berita yang berseliweran dan bermacam-macam pemikiran, maka harus ada media yang bisa mencerahkan. Seperti apa sih, ini apa sih, ini apa sih? Itu untuk memperkuat nasionalisme,” kata Rektor Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya ini.

Dia menyebutkan, ketiga fungsi media tersebut dirumuskan dalam 3E dan 1N. Yakni edukasi, empowering, enlightenmment dan nasionlisme.

Sebelumnya, melalui Keputusan Presiden Nomor 33/M tahun 2019, ditetapkan pemberhentian anggota Dewan Pers periode 2016-2019, sekaligus pengangkatan sembilan anggota Dewan Pers periode 2019-2022.

Pemilihan ketua dilakukan oleh sembilan anggota Dewan Pers periode 2019-2022. Sembilan anggota itu adalah dari unsur wartawan (Arif Zulkifli, Hendry Ch Bangun, dan Jamalul Insan), unsur perusahaan pers (Ahmad Djauhar, Agung Darmajaya, dan Asep Setiawan), serta unsur tokoh masyarakat (Agus Sudibyo, Hassanein Rais, dan Mohammad Nuh).

Mohammad Nuh terpilih secara aklamasi pada rapat tertutup internal Dewan Pers yang dilakukan Selasa (21/5). (jpn/ant/hel)

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here