BERBAGI

Medsoslampung.co – Desa Sido Kayo, Kecamatan Abung Tinggi, Kabupaten Lampung Utara (Lampura), terus wujudkan kampung nila. Sejak kemarin, desa ini memulai panen ikan nila.

Hebatnya, ikan yang dipanen mencapai 3 ton setiap malam. Pencapaian tersebut merupakan hasil budidaya selama empat bulan.

Kepala Desa Sido Kayo Agus Saripudin menuturkan, desa yang ia pimpin terdapat 150 unit kolam ikan nila. Karena itu, ia optimis target menjadi kampung nila tercapai.

“Rata-rata masyarakat budi daya pembesaran ikan nila dikarenakan harga ikan nila dalam posisi terbaik. Di pasaran, ikan nila mencapai Rp 19 ribu per kilogram. Itu sudah terima bersih di kolam,” sebutnya, Selasa (22/10).

Terlebih, hsil ikan di Desa Sido Kayo dikenal sebagai ikan sehat. Ikan nila dibudidayakan dalam air jernih yang mengalir dari pegunungan sepanjang tahun.

Kolam berkedalaman 120 sentimeter terlihat hingga dasar kolam yang bersih untuk pembesaran. Dan indikator ikan sehat adalah sinar matahari bisa menembus dasar kolam dengan kedalaman tersebut.

“Air berganti setiap hari karena air langsung dari pegunungan dan Ikan terus bergerak. Pakan pun alhamdulillah tidak pernah kekurangan,” ujar Agus.

Untuk memastikan pertumbuhan ikan berjalan normal, harus rutin pakan berat ikan. Setiap empat bulan sekali panen, ia menimbang satu kilogram ikan sebagai sampel. Sebagai contoh misalnya, pada penimbangan pertama, satu kilogram ikan yang ditimbang berisi lima ekor.

“Kendala kita adalah benih ikan, karena kita harus beli bibit dari luar Lampung Utara,” jelasnya.

Kepala Dinas Perikanan Lampura Sanny Lumi menyatakan, kunjungan kegiatan turun ke Desa Sido Kayo ke kolam pak Agus merupakan cara untuk menhgetahui kendala yang dihadapi para petani ikan di Lampura.

“Pogram kami ke depan akan mendongkrak Koperasi Perikanan dan juga Dinas Perikanan akan fokus kepada Balai Benih Ikan (BBI) serta akan meningkatkan jumlah benih ikan nila dibalai. Tujuannya adalah BBI yang ada akan bisa maksimal, dan Lampung Utara tidak akan kekurangan benih ikan,” ujar Sanny. (lin/hel)

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here