BERBAGI

Medsoslampung.co – Bupati Tulang Bawang Hj. Winarti kerap melaksanakan rapat bersama pejabat di lingkup pemerintah kabupaten (pemkab) setempat di luar agenda resmi. Rapat dadakan tersebut biasanya digelar pasca bupati menerima masukan dari masyarakat saat dia turun langsung ke kampung-kampung.

Hal itu kembali terjadi saat Bunda, sapaan akrab Bupati Winarti menghadiri peringatan Muharram 1441 Hijriah di Kecamatan Rawajitu Selatan, Senin (9/9).

Pada kesempatan tersebut, bunda bergelar Pangeran Suri itu banyak menerima aspirasi dari masyarakat, khususnya petani Bumi Nenggah Nyappur.

Bunda Winarti dalam sambutannya mengatakan bahwa dia akan memberikan atensi atau fokus pada permasalahan yang ada di masyarakat.

“Saya minta selesai acara ini (peringatan Muharram) kita rapat di Unit II,” tegas Bunda Winarti.

“Di pinggir jalan (rapat) nggak apa-apa!  Membahas masalah pupuk,” terang mantan Ketua DPRD Tulang Bawang itu.

Untuk diketahui, Kementerian Pertanian RI mengurangi alokasi pupuk subsidi untuk Kabupaten Tulang Bawang pada tahun 2019. Pengurangan itu sesuai Surat Keputusan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional Nomor: 399/Kep-233/X/2018 tentang Penetapan Luas Lahan Baku Sawah Nasional.

Berdasarkan SK itu, Kementan RI telah menggelar rapat pada 2 Mei 2019 lalu. Sesuai rapat itu, lahan di Tulang Bawang dinolkan mencapai 51.733 hektar.

Kondisi tersebut sejak awal memang diprediksi memunculkan persoalan-persoalan. Dan Pemkab Tulang Bawang melalui Dinas Pertanian telah menyosialisasikan alokasi pupuk bersubsidi oleh pemerintah ditetapkan berdasarkan usulan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK).

RDKK disusun oleh kelompok tani (Poktan) yang didampingi oleh penyuluh pertanian lapangan. Pupuk bersubsidi ini disalurkan kepada petani yang melakukan Usaha Tani Pertanian Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan dan Peternakan.

Adapun ketepatan penyusunan RDKK disesuaikan dengan potensi perencanaan tanam di masing-masing kampung dan kecamatan. (brl)

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here