BERBAGI

Medsoslampung.co – Manchester City membukam Real Madrid di kandangnya sendiri, Santiago Bernabeu pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions,
Kamis (27/2/2020) dini hari WIB. The
Citizens menang 2-1.

Gol kemenangan dicetak Gabriel menit 78, dan penalti Kevin de Bruyne menit 83. Sebelumnya, City tertinggal lebih dulu lewat gol Isco.

Kemenangan itu di kandang Los Blancos pun mengikuti jejak yang dicatat dua tim Inggris lainnya. Yaitu, Arsenal dan Liverpool.

Menurut catatan Squawka, City menjadi tim Inggris ketiga yang bisa menang di Santiago Bernabeu. Arsenal menjadi tim Liga Inggris pertama yang bisa menang di Bernabeu pada 2006. Baru kemudian Liverpool, juga dengan skor 1-0, pada 2009.

Sama seperti City, The Gunners dan The Reds mengemas kemenangannya pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions.

Adapun City juga berhasil mengemas kemenangan pertamanya dari Madrid, dari lima pertemuan terakhir. Sebelumnya rekor Raheem Sterling dkk adalah kalah dua kali, dan imbang dua kali.

Kemenangan di Bernabeu menjadi modal berharga City menatap leg kedua. Selanjutnya, gantian juara bertahan Liga Inggris itu yang menjamu pasukan Zinedine Zidane di Etihad Stadium, 18 Maret mendatang.

Bagi pelatih Pep Guardiola, kemenangan atas Madrid menjadi yang ke-10 dalam karier kepelatihannya. Menurut Opta, catatan itu merupakan rekor tersendiri.

Pria 49 tahun itu menjadi pelatih pertama yang bisa menang 10 kali dari Madrid di abad ke 21. Ia melampaui catatan Ernesto Valverde dan Diego Simeone, yang sama-sama baru menang 9 kali. Rinciannya, Guardiola menang 9 kali dari Madrid saat melatih Barcelona, dan satu bersama City.

Madrid – Manchester City bisa mengalahkan Real Madrid di leg pertama babak 16 besar Liga Champions. Pep Guardiola mencatat hasil manis ke-10 atas Los Blancos.

Guardiola memimpin City bertandang ke Santiago Bernabeu, Kamis (27/2/2020) dini hari WIB. The Citizens sempat tertinggal 0-1 usai gawangnya dibobol Isco Alarcon menit 60.

Tertinggal, Guardiola membuat pergantian jitu dengan menarik Bernardo Silva, yang tak berkembang, dan memasukkan Raheem Sterling. Hasilnya, City bisa berbalik unggul.

Pertama, Gabriel Jesus bisa menyamakan skor di menit ke-78. City kemudian berbalik memimpin menjadi 2-1 lewat penalti Kevin de Bruyne, usai Sterling dilanggar Carvajal di menit ke-83.
Baca juga: Real Madrid vs Man City: Los Blancos Keok 1-2, Ramos Dikartu Merah
Bagi Guardiola, kemenangan atas Madrid menjadi yang ke-10 dalam karier kepelatihannya. Menurut Opta, catatan itu merupakan rekor tersendiri.

Secara permainan, City tampil efektif di Bernabeu, khususnya di babak kedua. Secara keseluruhan, skuad Guardiola itu mampu melepaskan 16 tembakan dengan separuhnya on target dari 51% penguasaan bola.

Sementara Madrid hanya mencatatkan sembilan tembakan. cuma sepertiganya yang mengarah ke gawang. Namun justru gol tercipta di momen-momen yang kurang semestinya.

“Saya akan bilang ketika kami di titik penampilan terbaik, kami kebobolan gol yang tak semestinya terjadi dan ketika mereka tampil lebih baik, kami malah mencetak gol. Tapi begitulah kompetisi ini, beginilah sepakbola,” ungkap Guardiola di situs resmi UEFA.

Meski menang, Man City menyadari kans Madrid jauh dari kata mati. Los Blancos punya pengalaman besar di Liga Champions dengan 13 titel sudah dimenangi dan sangat memungkinkan untuk membalikkan keadaan.

“Yang penting adalah cara kami bermain. Kami mencoba datang ke sini untuk menang dan kami mewujudkannya. Tapi ini cuma paruh pertama, bukan tiga poin dan kalau ada satu tim yang bisa mengatasi situasi ini, dengan pengalamannya dan segala sesuatunya, itu adalah klub ini (Madrid),” sambung Guardiola.

Pernyataan itu karena bagaimanapun Madrid adalah tim tersukses di kompetisi ini dengan 13 gelar. Plus punya pelatih yang sudah mendatangkan tiga titel beruntun.

“Kalau ada tim yang mampu mengatasi defisit ini di leg kedua, ya Real Madrid. Pertarungan ini belum berakhir dengan hasil ini kok,” kata gelandang Madrid Casemiro.

“Kami memainkan 75 menit yang spektakuler melawan sebuah tim bagus. Lalu dalam hanya 15 menit, kami tak melakukan apa yang seharusnya kami lakukan.”

“Itulah sebabnya mereka bangkit dan membatalkan keunggulan kami. Kini kami punya pekerjaan besar ke depannya,” tandasnya di situs resmi UEFA.(sumber detikcom/hel)

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here