BERBAGI

GUBERNUR DAN WAKIL GUBERNUR LAMPUNG ARINAL DJUNAIDI – CHUSNUNIA CHALIM (NUNIK) SANGAT KOMITMEN MENGAMANAHKAN DIRI AGAR TERWUJUD RAKYAT LAMPUNG BERJAYA.

Gerak cepat memenuhi kondisi masyarakat aman, berbudaya, maju, berdaya saing, dan sejahtera, sesuai enam visi dan misi Lampung Berjaya melalui 33 janji kerja, sungguh luar biasa.

Pekan lalu, catatan mengingat janji kerja Arinal-Nunik, tertunda dengan catatan harmonisasi hubungan gubernur dan pimpinan dewan. Pekan ini, kita lanjut janji kerja pada Bidang Kesehatan. Janji kerja di bidang ini cuma satu, yakni meningkatkan layanan kesehatan secara menyeluruh.

Meski hanya satu janji, maknanya ternyata tata sangatlah luas. Mulai dari peningkatan akses, mutu, penguatan rujukan berobat bagi masyarakat tidak mampu, peran dinas kesehatan hingga perangkat terbawah, yaitu puskesmas, puskesmas pembantu, dan posyandu. Termasuk pula penguatan dukungan dari lintas sektor.

Untuk penguatan akses, yakni melalui pemenuhan tenaga kesehatan, peningkatan sarana pelayanan primer berupa keberadaan puskesmas dan dokter siaga, pemenuhan prasarana pendukung seperti alat kesehatan dan obat-obatan.

Yang utama dari penguatan akses ini adalah inovasi untuk pelayanan di daerah, khususnya wilayah yang jauh dari puskesmas atau daerah terpencil.

Bangganya, ternyata hal ini langsung jadi perhatian Gubernur Arinal. Gubernur mengisyaratkan adanya pelayanan kesehatan bergerak. Kawasan terpencil yang jauh dari jangkauan puskesmas itu akan ditunjang dengan ambulance. Target awal, bantuan 50 unit ambulance. Upaya itu diterobos melalui Corporate Social Responsibility (CSR) dan bantuan donatur lainnya.

Inovasi layanan bergerak melaluil ambulance sangat realistis diupayakan. Sebab, selama ini ternyata Pemerintah Provinsi Lampung kerap mendapatkan CSR kendaraan operasional dinas untuk satuan kerja. Nah, gubernur membuat kebijakan baru, agar bantuan CSR itu lebih diutamakan kepada peningkatkan layanan masyarakat.

Selanjutnya adalah penguatan mutu. Hal ini diukur dari fasilitas penyelenggara layanan, maupun sumber daya tenaga kesehatan. Karena itu, dalam penerapannya harus ada regulasi standar hingga peningkatan kemampuan tenaga kesehatan.

Kemudian, penguatan rujukan. Hal ini selalu menjadi persoalan besar bagi masyarakat tidak mampu ketika akan berobat. Baik itu melalui Jaminan Kesehatan Daerah maupun Jaminan Kesehatan Nasional. Penataan sistem rujukan harus jadi perhatian serius agar tak ada lagi keluhan-keluhan atau bahkan rumah sakit sampai menolak pasien tidak mampu.

Berikutnya adalah penguatan dinas kesehatan sebagai leading sektor. Sosok pimpinan satuan kerja itu haruslah juga menjadi perhatian. Seorang kepala dinas kesehatan idealnya mutlak memiliki sikap responsif, peduli, dan terdepan dalam melakukan inovasi.

Jangan ada lagi seorang pimpinan di satker ini bersikap lamban dan hanya duduk di belakang meja. Ia harus terdepan dan terbaik, dalam capacity building.

Lalu, penguatan lintas sektoral. Karena bersentuhan langsung dengan masyarakat, maka dibutuhkan dukungan bagi penguatan pelayanan kesehatan. Baik berupa infrastruktur maupun pendanaan.
Dukungan melalui kebijakan anggaran ini harus tersampaikan dengan baik kepada mitra kerja Pemerintah Provinsi Lampung.

Terakhir, sosialisasi dan advokasi kesehatan. Akan sia-sia semua yang dilakukan tanpa kampanye hidup sehat. Harus juga dibarengi dengan penguatan lingkungan hidup.

Tak boleh bosan menyampaikan kepada masyarakat agar buang sampah pada tempatnya, rutin menguras bak mandi, dan pola makan sehat. Inilah sumber utama wabah penyakit. Kunci sukses sosialisasi ini adalah menurunkan angka penderita, yang berkorelasi pada efisiensi anggaran.

Akhirnya, Kita berharap semangat hebat Arinal-Nunik pada Bidang Kesehatan dapat dirasakan bermanfaat dan cepat membawa perubahan dalam pola hidup sehat masyarakat Lampung. (*)

(*nizwar/general manager medoslampung.co dan jp-news.id)

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here